Cegah Longsor dan Bangkitkan Ekonomi, Pemuda Panca Marga Bantul Gelorakan Gerakan Tanam 1.000 Pohon Buah

Bagikan :
Gerakan Tanam 1.000 Pohon/Foto: Pemkab Bantul

KabarJawa.com– Lereng-lereng perbukitan Selopamioro yang selama ini menyimpan ancaman longsor perlahan berubah menjadi simbol harapan.

Di tengah tanah miring dan kontur rawan bencana, puluhan pemuda bergerak serempak menanam bibit pohon buah. Mereka datang dengan satu tekad: menjaga alam sekaligus menguatkan ekonomi warga.

Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Bantul kembali menunjukkan komitmen nyata terhadap lingkungan dan masyarakat.

Organisasi putra-putri veteran pejuang Indonesia itu menggelorakan Gerakan Tanam 1.000 Pohon Buah sebagai upaya mencegah bencana tanah longsor sekaligus memberdayakan ekonomi warga di kawasan rawan.

Gerakan Tanam 1.000 Pohon Buah

Ketua Pemuda Panca Marga Kabupaten Bantul, H. Agus Subagya, memimpin langsung kegiatan penanaman pohon secara simbolis di Lanteng 1, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri.

Ia menegaskan bahwa PPM secara sadar memilih lokasi tersebut karena termasuk daerah rawan longsor.

“Kami memulai secara simbolik di Lanteng 1 Selopamioro,ami memilih wilayah ini sebagai prioritas karena Selopamioro termasuk daerah rawan longsor. Kami berharap penanaman pohon di lereng-lereng ini dapat membantu mencegah terjadinya bencana tanah longsor,” ujar Agus Subagya.

Baca juga  Tragedi Longsor di Brebes: Seorang Petani Hilang, Sawah Tertimbun Material Tebing

Para pemuda menanam pohon langsung di area lereng perbukitan. Akar-akar pohon diharapkan mampu mengikat tanah dan mengurangi risiko pergerakan tanah saat musim hujan tiba.

Pemuda Panca Marga Kabupaten Bantul menggelar penanaman 1.000 pohon buah yang terdiri dari sirsak, nangka, sengon, pete, dan alpukat.

Mereka membagi kegiatan tersebut di dua lokasi strategis, yakni Lanteng 1 Selopamioro dan Mojolegi, Karangtengah, Imogiri.

Di Selopamioro, PPM bekerja sama dengan kelompok tani setempat. Sementara itu, di Mojolegi, PPM menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai mitra utama.

Kolaborasi tersebut memperkuat semangat gotong royong dan memastikan keberlanjutan tanaman yang telah ditanam.

“Kami ingin memastikan pohon-pohon ini dirawat bersama masyarakat. Karena itu kami menggandeng kelompok tani dan KWT agar hasilnya benar-benar bermanfaat,” jelas Agus.

Filosofi Menanam Pohon, Menanam Kehidupan

Gerakan ini tidak sekadar menanam bibit. Pemuda Panca Marga mengusung filosofi mendalam tentang kehidupan dan keberlanjutan alam.

“Kalau kita menanam sepucuk pohon, maka kita telah memperlama kehidupan di bumi ini untuk dihuni makhluk hidup. Karena itu kami mengajak semua pihak untuk semangat menanam pohon, menanam kebaikan,” ungkapnya.

Baca juga  Terobos Lampu Merah, Pelajar Tabrak Motor Emak-Emak di Simpang Tamantirto Bantul

Ia juga menegaskan bahwa kebaikan yang ditanam melalui aksi lingkungan akan kembali kepada manusia itu sendiri.

“Kalau kita berbuat baik kepada orang lain, maka sesungguhnya kita sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri,” tambahnya.

Aksi penanaman 1.000 pohon ini bukan kegiatan pertama bagi Pemuda Panca Marga. Agus Subagya mengingatkan bahwa organisasi tersebut telah lama berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Ia menyebut gerakan ini sebagai kelanjutan dari Gerakan Penanaman Sejuta Pohon yang telah dicanangkan sejak tahun 1995.

“Dulu kami menanam pohon di ruas jalan sepanjang dua kilometer kanan-kiri menjelang Jembatan Srandakan, kemudian di Murtigading, dan di Pantai Baros. Hari ini kami melanjutkannya di Selopamioro,” jelasnya.

Sejarah panjang tersebut membuktikan bahwa Pemuda Panca Marga konsisten menjaga amanah perjuangan veteran melalui aksi nyata untuk masa depan.

Selain mencegah longsor, PPM Bantul menargetkan dampak ekonomi jangka panjang dari penanaman pohon buah.

Pohon nangka, pete, sirsak, dan alpukat dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan mudah dimanfaatkan warga.

Baca juga  Upacara HPKN 2026 di Yogyakarta Angkat Simbol Janur Kuning Serangan Umum 1 Maret

Agus Subagya secara khusus menyoroti potensi pohon nangka yang selama ini masih berasal dari luar daerah sebagai bahan baku industri pangan.

“Kami berharap tanaman ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Nangka, misalnya, merupakan bahan dasar berbagai produk pangan, tetapi selama ini masih banyak yang mengambil dari luar. Kalau kita tanam sendiri, warga bisa merasakan manfaat ekonominya,” ujarnya.

Tak hanya manusia, pohon-pohon tersebut juga akan memberi manfaat bagi makhluk lain seperti burung dan satwa sekitar.

“Kami ingin tanaman ini menjadi rahmat bagi alam semesta,” tutup Agus. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya