
KabarJawa.com – Semangat membangun pendidikan berkualitas di Bumi Handayani kembali menyala.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang juga dikenal sebagai Bunda PAUD Gunungkidul, turun langsung bersama Kepala Dinas Pendidikan, Nunuk Setyowati.
Keduanya melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan belajar mengajar transisi dari TK ke SD dengan tajuk “Transisi TK ke SD, Menyenangkan”.
Kunjungan tersebut berlangsung di SD Baru Wonosari dan SD Pangkah Karangmojo, Rabu (17/9/2025).
Pendidikan Akhlak Sejak Dini
Endah memantau aktivitas siswa dengan seksama. Ia menegaskan bahwa pendidikan sejak dini menjadi kunci melahirkan generasi berprestasi.
“Kalau bibitnya dari awal diberi kedisiplinan yang baik, ketika naik SD mereka akan berprestasi. Semua itu berjalan linear,” tegas Endah.
Ia mengibaratkan mendidik anak usia dini seperti memahat di atas batu. Apa yang diajarkan di masa kecil akan tertanam kuat dan membentuk karakter.
“Maka menjadi kewajiban kita memberikan pendidikan akhlak, budi pekerti, budaya, dan tata krama yang baik. Hanya dengan itu kita bisa melahirkan generasi berakhlak luhur,” ujarnya.
Pemanfaatan Alat Edukasi Modern
Tidak hanya menyapa siswa, Endah juga memanfaatkan kunjungan untuk memantau pemanfaatan 189 unit laptop yang diberikan sebagai alat edukasi untuk Kelompok Bermain dan TK. Ia memastikan perangkat tersebut benar-benar digunakan dalam pembelajaran.
“Anak-anak tadi menonton tayangan video kemudian langsung mempraktikkannya bersama guru. Ini bagus karena pendidikan juga harus mengikuti perkembangan zaman,” ungkap Endah sambil tersenyum.
Bunda PAUD Gunungkidul itu berharap laptop dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar sekaligus memperkuat daya serap siswa terhadap pelajaran. Ia juga meninjau langsung revitalisasi TK ABA Beji yang menampung 78 murid.
Endah mengapresiasi warga yang dengan tulus menyumbangkan tanah demi memperluas ruang kelas TK ABA Beji. Ia menegaskan, bantuan pendidikan harus sampai tepat waktu, hasilnya bagus, dan biayanya transparan.
Kepala Dinas Pendidikan Nunuk Setyowati menambahkan bahwa bantuan laptop tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Selain itu, Nunuk mengungkapkan pihaknya juga meninjau kegiatan Prasiaga di TK ABA 17 Karangmojo, satu-satunya program Prasiaga yang ada di DIY.
Seusai melakukan monev, Bupati melanjutkan agenda dengan memberikan pembinaan kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan di Korwil Disdik Kapanewon Ngawen. Ia menekankan pentingnya Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah.
“Mendidik anak usia dini sampai SMP itu tidak mudah. Kalau orang tua dan guru tidak pintar mendidik, kita akan kalah dengan anak-anak. Butuh kesabaran lebih,” ujar Endah.
Ia mengajak para guru untuk mengajarkan fitrah anak sejak dini dengan budi pekerti dan akhlak mulia agar kelak lahir pemimpin bangsa yang jujur, arif, dan bijaksana.
Lebih jauh, Endah juga berpesan agar para guru tidak berhenti belajar. Ia mendorong mereka untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi.
“Guru harus terus sekolah lagi dan lagi, karena ilmu ini penting. Apa yang dimiliki guru akan diwariskan kepada siswanya,” katanya.
Bupati menyadari biaya pendidikan menjadi tantangan. Karena itu, ia menyebut pemerintah akan berupaya menyediakan beasiswa bagi guru agar mereka bisa menempuh pendidikan lebih tinggi.
Menutup pembinaan, Endah mengingatkan para guru untuk selalu menjaga sikap dan martabat. Guru, katanya, adalah teladan sejati yang harus menunjukkan kepribadian luhur kepada murid.