Kepala Dapur SPPG Diangkat jadi PPPK, Bupati Gunungkidul Tegaskan Jangan Bebani APBD Daerah

Bagikan :
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih/Foto: Istimewa

KabarJawa.com— Pemerintah berencana mengangkat Kepala Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) beserta pegawai inti lainnya menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kebijakan ini langsung menarik perhatian publik, khususnya di Kabupaten Gunungkidul yang menjadi salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Wacana Pengangkatan Kepala Dapur SPPG

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap kebijakan nasional tersebut. Namun, ia memberikan penekanan keras agar kebijakan itu tidak berubah menjadi beban baru bagi pemerintah daerah.

“Program ini merupakan program strategis nasional. Pada prinsipnya, seluruh kepala daerah akan mendukung program prioritas Presiden, termasuk pengangkatan Kepala Dapur SPPG menjadi PPPK. Namun, kewenangan ini harus tetap berada di pemerintah pusat dan tidak dibebankan kepada daerah,” tegas Endah.

Bupati Endah menegaskan, pemerintah pusat harus konsisten dengan kebijakan ini. Ia mengingatkan agar keputusan pengangkatan PPPK tidak beralih kepada daerah, terutama di tengah kondisi keuangan daerah yang semakin terbatas.

“Alhamdulillah, kalau ini memang kewenangan pusat. Jangan sampai nanti sudah diputuskan oleh pemerintah pusat, lalu dikembalikan kepada daerah. Daerah saat ini sudah mengalami pemotongan anggaran, sehingga kebijakan ini tidak boleh menambah beban baru,” ujarnya.

Baca juga  Terkait Kesiapan Makan Bergizi Gratis di Gunungkidul, Ini Kata Bupati 

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan komitmen untuk mendukung penuh program strategis nasional, termasuk MBG dan penguatan kelembagaan SPPG.

Namun, pemerintah daerah meminta pemerintah pusat bersikap konsisten dan bertanggung jawab penuh atas kebijakan yang menjadi kewenangannya.

Bupati Endah menegaskan, keberhasilan program nasional tidak boleh mengorbankan stabilitas keuangan daerah. Pemerintah Daerah pasti mendukung kebijakan tersebut.

“Daerah pasti mendukung, tapi jangan sampai daerah dibebani. Prinsipnya jelas, kebijakan pusat harus ditanggung pusat,” tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Di Kabupaten Gunungkidul, pemerintah telah membentuk 49 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah.

Setiap SPPG menjalankan peran vital dalam memastikan makanan bergizi tersalurkan secara tepat sasaran. Kepala dapur, ahli gizi, serta tenaga administrasi dan akuntan memegang tanggung jawab besar dalam keberhasilan program tersebut.

Dengan tanggung jawab yang semakin besar, wacana pengangkatan pegawai inti SPPG menjadi PPPK menjadi bentuk penguatan kelembagaan. Namun, kebijakan ini tetap memicu kekhawatiran apabila pemerintah pusat tidak sepenuhnya menanggung pembiayaan.

Baca juga  Dinkes Ungkap Fakta Mengejutkan: dari 56 SPPG di Bantul, Baru 4 Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)

DPRD Gunungkidul Soroti Keterbatasan APBD

Dari sisi legislatif, Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul, Ery Agustin, turut menyuarakan kehati-hatian. Ia meminta pemerintah pusat mengkaji kebijakan ini secara detail dan komprehensif sebelum mengambil keputusan final.

“Apabila kebijakan ini menjadi beban kabupaten atau kota, pasti akan sangat menyulitkan. Kondisi keuangan APBD saat ini sangat terbatas,” ujar Ery.

Ery menilai, kemampuan APBD Gunungkidul untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat masih tergolong minus. Ia menambahkan, pemerintah daerah kini juga menghadapi dampak pemotongan Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang mulai berlaku sejak akhir tahun lalu.

“Kondisi APBD kita saja sudah berat. Kalau kemudian ditambah beban pembayaran gaji PPPK dari pegawai SPPG, tentu tidak memungkinkan,” jelasnya.

Ia menegaskan, DPRD Gunungkidul akan menolak kebijakan tersebut apabila pemerintah pusat membebankan penggajian PPPK kepada APBD.

“Kami berharap kebijakan ini ditunda sampai ada kepastian pendanaan dari APBN. Jika dibebankan ke APBD, tentu akan kami tolak,” tegas Ery.

Sementara itu, Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, memilih bersikap hati-hati dalam menanggapi wacana tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan pengangkatan PPPK SPPG berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional.

Baca juga  Penyelesaian JJLS Kelok 23 Gunungkidul–Bantul Diundur, Fokus Pada Penguatan Struktur Jembatan

“Kami tidak memahami detail kebijakan ini. Kami khawatir salah menyampaikan informasi,” ujarnya singkat.

Meski demikian, Kodim 0730/Gunungkidul tetap aktif menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayahnya. Kodim memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya