‎Bupati Gunungkidul Lepasliarkan 101 Tukik di Pantai Wediombo, Tetapkan 13 Titik Konservasi Penyu

Bagikan :
Bupati Gunungkidul bersama masyarakat dan DKP melepas tukik di kawasan Pantai Wediombo sebagai bagian dari program konservasi penyu. (Dok Pemkab Gunungkidul)

KABARJAWA – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian satwa laut langka dengan melepasliarkan 101 tukik (anak penyu) di Pantai Wediombo, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, pada Rabu, 4 Juni 2025.

Kegiatan ini sekaligus menandai langkah penting pemerintah daerah dalam menetapkan 13 titik sebagai Taman Konservasi Penyu.

Bupati Gunungkidul bersama jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul memimpin langsung prosesi pelepasliaran tukik. Mereka melibatkan masyarakat dan kelompok pelestari lingkungan untuk menanamkan kesadaran pentingnya menjaga ekosistem laut.

Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul sebelumnya mengevakuasi telur penyu dari Pantai Wediombo. Tim DKP kemudian menitipkan telur tersebut ke penangkaran penyu di Pantai Pelangi, Kabupaten Bantul.

Dari total 108 telur yang berhasil dikumpulkan, 101 telur berhasil menetas. Sementara 6 telur gagal menetas dan satu tukik mati saat masa penangkaran.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi, menyampaikan bahwa tukik yang menetas berasal dari jenis Penyu Lekang. Ia menekankan pentingnya melepasliarkan tukik ke habitat aslinya di laut agar siklus hidupnya tetap berjalan.

Baca juga  Ditemukan Motor dan Alat Pancing Tak Bertuan di Spot Grendan Wediombo, Polisi Lakukan Penyisiran Intensif

“Kami harus melepas tukik ke laut, karena penyu secara alamiah akan kembali ke tempatnya menetas untuk bertelur dalam waktu 10 sampai 20 tahun ke depan,” kata Wahid saat kegiatan berlangsung.

13 Pantai Jadi Lokasi Konservasi Penyu di Gunungkidul

Wahid mengungkapkan bahwa 12 pantai di Gunungkidul sudah lama menjadi lokasi pendaratan penyu. Beberapa di antaranya adalah Pantai Kayu Arum, Porok, Sanglen, Ngrumput, Watunene, Sruni, Jungwok, Greweng, Sedahan, Dadapan, Ngrokoh, dan Wediombo.

Pemerintah daerah kemudian menetapkan 13 titik pantai menjadi Taman Konservasi Penyu. Penetapan ini mengikuti arahan dari Bupati dan telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

“Lokasi konservasi penyu terbentang dari Pantai Grigak hingga Pantai Siung-Wediombo dengan total luasan mencapai 4.400 hektar,” terang Wahid.

Ia menegaskan bahwa kehadiran penyu yang rutin bertelur di wilayah Gunungkidul menjadi bukti bahwa kondisi ekosistem laut di kawasan ini masih sangat baik.

Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan DKP DIY, Veronica Vony Rorong, turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa DIY menunjukkan tren positif dalam perkembangan ekosistem penyu. Hingga saat ini, pihaknya mencatat sedikitnya tiga penyu mendarat untuk bertelur di kawasan Gunungkidul.

Baca juga  Tempat Wisata Romantis di Jogja Buat Pasangan yang Jarang Ketemu Tapi Mau Quality Time

“Penyu yang kami lepas hari ini berasal dari telur yang ditemukan di Pantai Wediombo. Kami juga masih menetaskan sekitar 200 telur lainnya yang ditemukan di Pantai Jungwok dan Nampu,” ungkap Vony.

Menurutnya, meningkatnya populasi penyu tidak terlepas dari adanya kawasan konservasi penyu di wilayah DIY, terutama seluas 690 hektar yang berada di Kabupaten Bantul.

“Kawasan konservasi tersebut meningkatkan jumlah penyu yang bertelur dan juga menaikkan tingkat keberhasilan penetasan telur,” jelasnya.

Vony berharap masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya menjaga kelestarian penyu. Ia mengimbau warga untuk tidak merusak habitat penyu dan melaporkan jika menemukan telur penyu di sekitar pantai.

“Jika warga menemukan telur penyu, jangan mengambil atau merusaknya. Laporkan kepada petugas agar telur bisa diamankan dan ditetaskan di tempat yang tepat,” tegasnya.

Pemerintah DIY dan Kabupaten Gunungkidul akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan LSM, untuk menjaga populasi penyu yang semakin langka. Dengan keterlibatan semua pihak, Gunungkidul berpeluang besar menjadi pusat konservasi penyu berkelas nasional.

Baca juga  UAJY Telusuri Penggunaan Afiliasi Kampus dalam Konferensi Internasional, Empat Mahasiswa Akan Dibina Secara Akademik

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya