
KabarJawa.com– Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengingatkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bumi Projotamansari tentang betapa krusialnya peran dapur SPPG dalam menjaga kesehatan ribuan anak penerima manfaat program Makanan Bergizi untuk Anak Sekolah (MBG).
Bupati Halim menekankan bahwa setiap dapur SPPG wajib memastikan makanan memenuhi standar kebersihan, keamanan, dan keselamatan. Ia menyoroti aspek paling mendasar tapi sering kali terabaikan: sumber air bersih.
Sumber Air Bersih SPPG
“SPPG harus memastikan sumber air bersih terjamin. Lakukan pengecekan rutin terhadap kondisi dapur dan seluruh peralatan masak,” tegas Halim.
Ia menambahkan bahwa air yang tidak higienis dapat memicu risiko penyakit yang membahayakan anak-anak usia sekolah.Tidak hanya soal air bersih, Bupati Halim juga menggarisbawahi pentingnya perilaku tenaga pengolah makanan.
Ia meminta agar seluruh petugas dapur menerapkan praktik penanganan makanan yang aman dan benar. Setiap tindakan, mulai dari mencuci tangan, menyimpan bahan baku, hingga mengolah makanan, harus mengikuti protokol sanitasi yang ketat demi melindungi anak-anak dari risiko keracunan.
“Aspek higienitas dan sanitasi tidak bisa ditawar. Anak-anak kita harus terlindungi dari penyakit akibat makanan yang tidak aman,” ujarnya.
Selain higienitas, Bupati Halim menegaskan pentingnya aspek gizi seimbang. Menurutnya, makanan yang disajikan tidak hanya harus aman tetapi juga bernutrisi tinggi sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.
“Libatkan ahli gizi secara aktif dalam perencanaan menu. Pastikan asupan protein, vitamin, dan mineral terpenuhi,” tutur Halim.
Ia ingin program MBG memberi dampak nyata pada penurunan angka kekurangan gizi sekaligus meningkatkan konsentrasi belajar siswa.
Terlebih dari total 81 SPPG di Bumi Projotamansari, hanya 54 yang beroperasi. Bahkan dua SPPG terpaksa ditutup sementara akibat kasus keracunan makanan. Situasi itu menunjukkan perlunya pengawasan lebih kuat agar insiden serupa tidak terulang.
Kepercayaan Publik Lebih Penting daripada Keuntungan
Bupati Halim berbicara tentang sisi lain dari pengelolaan dapur SPPG: manajemen bisnis yang harus memprioritaskan kepercayaan.
Ia mengingatkan bahwa SPPG memikul amanah besar dari negara, yaitu menyediakan makanan aman bagi anak-anak penerus bangsa.
“Ini bukan hanya soal higienitas. Ini tentang kepercayaan. Jika SPPG berada dalam situasi harus memilih antara keuntungan dan keamanan pangan, pilihlah keamanan pangan,” tegasnya.
Ia mencontohkan situasi ketika SPPG memiliki bahan baku yang hampir kedaluwarsa. Meskipun mengganti bahan tersebut dapat menimbulkan kerugian jangka pendek, Halim menegaskan bahwa keselamatan anak adalah prioritas yang tidak boleh dikompromikan.
“Jangan memaksakan penggunaan bahan baku yang membahayakan. Meski rugi, itu akan menjadi pembelajaran penting dalam manajemen stok dan ketersediaan bahan,” jelasnya.
Halim menambahkan bahwa ketika SPPG gagal menjaga kualitas makanan hingga menyebabkan keracunan, kepercayaan masyarakat akan hilang dengan cepat. Jika kepercayaan itu rusak, keberadaan SPPG pun bisa terancam.
Dalam penutup arahannya, Bupati Halim kembali menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar tugas administratif, tetapi investasi jangka panjang untuk membentuk generasi emas Indonesia.
“MBG dikonsumsi oleh anak-anak kita, anak-anak penerus bangsa. Kita harus melindungi mereka. Jangan hanya mengejar keuntungan, tetapi jaga kepercayaan,” ujarnya. (ef linangkung)