Baru Kelola 27,5 Ton Sampah Organik per Hari, Pemkot Yogyakarta Percepat Program Emberisasi dari Hulu

Bagikan :
Pengumpulan sampah organik basah dari rumah tangga dalam program emberisasi Pemkot Yogyakarta. (Ist)

KabarJawa.com — Pemerintah Kota Yogyakarta terus mempercepat penanganan persoalan sampah dengan memperkuat pengelolaan dari hulu melalui program emberisasi.

Program ini mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, khususnya untuk sampah organik basah yang selama ini mendominasi komposisi sampah kota.

Pemkot Yogyakarta mengajak warga memilah sampah organik basah dan kering agar hanya sampah residu yang masuk ke depo. Langkah ini dinilai penting untuk menekan volume sampah yang harus diangkut dan diolah oleh pemerintah kota.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyatakan bahwa pengelolaan sampah organik menjadi kunci utama dalam menurunkan beban sistem persampahan. Menurut dia, sekitar 60 persen komposisi sampah kota merupakan sampah organik.

“Strateginya jelas, kami menurunkan volume sampah organik agar tidak lagi dibawa ke depo,” ujar Hasto saat ditemui di sela Musyawarah Kota Kadin Yogyakarta.

Ia menambahkan, apabila pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara optimal, maka hanya sekitar 40 persen sampah residu yang perlu ditangani oleh unit pengelolaan milik pemerintah kota.

Baca juga  38.105 Penumpang Padati KAJJ di Daop 6 Yogyakarta saat 17 Agustus 2025

Hasto mencontohkan capaian program emberisasi yang telah berjalan sejak tahun lalu. Pemkot Yogyakarta berhasil mengelola sekitar 1.000 ember atau setara 25 ton sampah organik basah per hari. Ke depan, pemerintah kota menargetkan peningkatan hingga 2.000 ember atau sekitar 50 ton per hari.

“Harapan saya, pengelolaan ini terus meningkat. Kami ingin menguasai pengelolaan sampah organik basah dan organik kering secara menyeluruh,” kata Hasto.

Selain sampah organik basah, Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan skema pengelolaan sampah organik kering, seperti daun dan dahan, melalui sistem penjemputan langsung di wilayah.

Sampah tersebut kemudian diolah di unit pengolahan pupuk organik milik pemerintah kota, antara lain di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY), serta unit yang tengah disiapkan di Tegalrejo dan Tegalgendu.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Supriyanto, menjelaskan bahwa saat ini pengelolaan sampah organik basah telah mencapai rata-rata 1.100 ember per hari atau setara 27,5 ton.

Sampah organik basah tersebut disalurkan kepada 12 mitra offtaker dari kalangan peternak ayam, bebek, maggot, ikan, dan babi untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Baca juga  OJK Gelar Roadshow Hackathon di Jogja, Dorong Digitalisasi Lembaga Keuangan Nasional

Sementara itu, sampah organik kering yang terdiri atas daun, sapuan jalan, dan tebangan pohon diangkut sekitar tiga truk per hari atau setara 7,5 ton.

“Seluruh wilayah sudah melaksanakan emberisasi sampah organik basah. Kami juga menetapkan 45 titik penjemputan dan membagikan ribuan ember kepada penggerobak di 45 kelurahan,” ujar Supriyanto, Senin (26/1/2026).

Para penggerobak mengambil sampah organik basah dari rumah tangga dan galon-galon bekas milik warga, sementara sampah organik kering dikumpulkan di tingkat kelurahan untuk kemudian dijemput petugas DLH.

DLH Kota Yogyakarta terus mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran memilah sampah dan menyediakan petugas pengawas pemilahan di setiap kelurahan.

Pemerintah kota berharap melalui perluasan program emberisasi, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra dapat mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan lingkungan perkotaan yang lebih bersih serta sehat.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid