
KabarJawa.com– Bandara Internasional Yogyakarta kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menyalurkan tiga program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Injourney Airports.
Penyerahan simbolis bantuan berlangsung di Kantor Cabang Bandara Internasional Yogyakarta. Hal ini menjdi bukti nyata bahwa kehadiran bandara sebagai motor pembangunan sosial di wilayah DIY.
General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Rully Artha menegaskan bahwa seluruh program tersebut lahir dari tekad kuat perusahaan untuk menghadirkan dampak sosial yang langsung dirasakan masyarakat sekitar.
Ia menekankan bahwa YIA terus memperluas jangkauan pengabdian melalui berbagai inisiatif yang menyentuh sektor pendidikan, lingkungan, hingga dukungan bagi penyandang disabilitas.
Bantuan dari Bandara Internasional Yogyakarta
Melalui program Injourney Airport Renovasi Sekolah, Bandara Internasional Yogyakarta menyalurkan bantuan senilai Rp80.000.000 untuk lima sekolah di wilayah Yogyakarta.
Bantuan ini berfokus pada perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini membutuhkan peningkatan kualitas.
YIA menjalankan program ini untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi para siswa.
Langkah ini sekaligus menegaskan kontribusi nyata bandara dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Sektor pendidikan menjadi pondasi penting bagi masa depan anak-anak di sekitar wilayah operasional bandara. Oleh sebab itu, YIA memprioritaskan langkah strategis yang mampu memperluas akses dan kualitas pendidikan,” terangnya.
Tidak berhenti di sektor pendidikan, Bandara Internasional Yogyakarta juga menjalankan program Injourney Airports Tanggap Bencana untuk membantu warga yang kerap menghadapi ancaman banjir.
Bantuan disalurkan kepada warga Perumahan Bumi Progo Sejahtera, Kulon Progo, melalui dukungan pembangunan talud sebagai upaya mitigasi dan penguatan perlindungan lingkungan.
Pembangunan talud ini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam kenyamanan dan keselamatan warga.
“Bandara bertanggung jawab membantu menjaga keamanan lingkungan di wilayah sekitarnya, sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang,” tambahnya.
Dukungan untuk Disabilitas
Dalam rangka memperkuat dukungan bagi kelompok rentan, Bandara Internasional Yogyakarta menggandeng Yayasan Rehabilitasi YAKKUM. Mereka memberikan bantuan berupa kaki palsu kepada 14 penerima manfaat.
Bantuan senilai Rp98.000.000 tersebut menjadi bagian dari Gerakan 1000 Kaki Palsu Bijisawi YAKKUM.
Penerima manfaat yang merupakan pejuang nafkah keluarga kini mendapatkan harapan baru untuk meningkatkan mobilitas, kemandirian, dan kualitas hidup.
Program ini memperlihatkan komitmen YIA dalam menciptakan kehidupan sosial yang inklusif dan berkeadilan.
General Manager Bandara Internasional Yogyakarta menyampaikan bahwa ketiga program ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya pada aspek kesejahteraan sosial dan inklusi.
“Bandara Internasional Yogyakarta tidak hanya hadir sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Melalui program TJSL Injourney Airports, kami ingin memastikan bahwa keberadaan kami memberikan kontribusi positif yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, baik di bidang pendidikan, lingkungan, maupun dukungan bagi penyandang disabilitas,” ujarnya.
Dengan terlaksananya ketiga program ini, Bandara Internasional Yogyakarta berharap hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat semakin kuat.
YIA berkomitmen terus melanjutkan langkah strategis yang memberikan dampak positif bagi keberlanjutan sosial dan lingkungan, khususnya di wilayah Kulon Progo dan sekitarnya.
YIA kembali membuktikan diri sebagai institusi yang memajukan masyarakat serta menciptakan lingkungan aman, inklusif, dan produktif bagi seluruh warga Yogyakarta. (ef linangkung)