
KabarJawa.com – Langit pagi di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) tampak cerah pada Sabtu (21/3/2026). Namun, suasana di dalam terminal justru penuh dinamika. Ratusan penumpang berjalan cepat sambil menggenggam tiket, sebagian lain memeluk koper dengan wajah lelah, tetapi menyimpan harapan besar untuk segera bertemu keluarga di kampung halaman.
Arus mudik masih terus terjadi. Aktivitas penerbangan di YIA menunjukkan lonjakan signifikan. General Manager Bandara YIA, Rully Artha, menyampaikan bahwa pergerakan pesawat dan penumpang pada hari ini tetap tinggi dan stabil.
Ia menjelaskan, pihak bandara mencatat sebanyak 34 pesawat datang dengan total 5.975 penumpang. Angka ini menunjukkan bahwa gelombang kedatangan masih mendominasi, menandakan banyak pemudik memilih tiba lebih awal untuk menghindari puncak kepadatan.
Di sisi lain, aktivitas keberangkatan juga tidak kalah sibuk. Sebanyak 33 pesawat berangkat dengan total 3.130 penumpang. Para penumpang ini tampak bergegas menuju ruang tunggu, sebagian terlihat menenangkan anak-anak mereka, sementara yang lain sibuk memastikan barang bawaan tidak tertinggal.
Secara keseluruhan, bandara melayani 67 pergerakan pesawat dengan total 9.105 penumpang dalam satu hari. Angka ini menggambarkan denyut mobilitas masyarakat yang masih tinggi menjelang momen mudik.
Di balik angka-angka tersebut, tersimpan cerita-cerita personal yang menyentuh. Seorang ibu terlihat menggandeng anaknya sambil sesekali tersenyum haru. Ia mengaku sudah dua tahun tidak pulang kampung. Di sudut lain, seorang mahasiswa memeluk ransel lusuhnya dengan wajah penuh semangat, siap kembali ke desa untuk merayakan kebersamaan bersama keluarga.
Petugas bandara terus bergerak sigap. Mereka mengatur alur penumpang, memastikan keamanan, dan memberikan informasi dengan ramah. Setiap pengumuman yang terdengar melalui pengeras suara menjadi penanda bahwa perjalanan ribuan orang sedang berlangsung secara bersamaan.
Rully Artha menegaskan bahwa pihak bandara terus meningkatkan pelayanan dan kesiapan operasional. Ia memastikan seluruh fasilitas berjalan optimal demi mendukung kelancaran arus mudik.
“Pergerakan masih cukup tinggi, dan kami terus mengantisipasi lonjakan berikutnya,” ujarnya.
Hari terus berjalan, tetapi arus manusia di YIA belum juga surut. Setiap pesawat yang lepas landas membawa harapan, dan setiap pesawat yang mendarat menghadirkan rindu yang akhirnya terbayar. Di bandara ini, mudik bukan sekadar perjalanan melainkan kisah pulang yang penuh makna.(ef linangkung)