Aksi Klitih di Bantul Kembali Terjadi, Remaja Terluka Parah di Mata usai Disabet Gesper

Bagikan :
Seorang remaja mengalami luka pada mata setelah disabet gesper dalam dugaan aksi klitih di Jetis Bantul, Sabtu dini hari 7 Maret 2026. (Freepik)

KabarJawa.com – Seorang remaja mengalami luka serius pada bagian mata setelah diduga menjadi korban aksi kejahatan jalanan atau klitih di wilayah barat Kralas, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama sejumlah temannya melintas di jalan kawasan tersebut pada dini hari.

Korban kemudian dilarikan ke RSPS Bantul untuk mendapatkan penanganan medis setelah mengalami luka pada area mata akibat sabetan gesper. Kepolisian saat ini melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

Informasi mengenai kejadian ini juga beredar di media sosial dan memicu perhatian warga terkait keamanan jalanan pada malam hingga dini hari.

Serangan Terjadi saat Korban Melintas di Jalan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama empat rekannya mengendarai sepeda motor menuju wilayah Sumberagung, Jetis.

Rombongan tersebut awalnya mengantar salah satu teman mereka pulang ke rumah. Setelah itu, mereka berencana melanjutkan perjalanan untuk membeli mie ayam di kawasan Medelan, Sumberagung.

Perjalanan berlangsung pada kondisi jalan yang relatif sepi pada dini hari. Lampu penerangan jalan terlihat menyala di sepanjang jalur yang dilalui.

Baca juga  Kontingen Gunungkidul Resmi Dilepas ke Jumbara dan Jumtek PMI DIY 2025: Bupati Kobarkan Semangat Solidaritas

Situasi berubah ketika rombongan korban melintas di selatan Simpang Empat Sumberagung, tepatnya di wilayah Kralas, Canden, Jetis.

Di lokasi tersebut, rombongan korban berpapasan dengan empat remaja yang mengendarai dua sepeda motor dari arah utara.

Awalnya pertemuan tersebut tampak seperti perpapasan biasa di jalan. Namun dalam waktu singkat salah satu pembonceng dari kelompok tersebut mengayunkan gesper ke arah korban.

Ayunan tersebut mengenai bagian mata korban.

Korban kemudian merasakan rasa sakit pada bagian wajah dan mengalami luka pada area mata setelah terkena sabetan gesper.

Setelah melakukan serangan, para pelaku tidak berhenti di lokasi kejadian. Mereka memutar arah sepeda motor dan melarikan diri.

Para pelaku diketahui bergerak ke arah utara dari Simpang Empat Sumberagung dan kemudian menuju kawasan Pasar Barongan.

Korban Mengalami Luka pada Mata

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka pada bagian mata kiri. Luka yang dialami meliputi robekan pada bagian atas dan bawah mata kiri serta memar pada area tersebut.

Korban juga mengalami gangguan pada penglihatannya setelah kejadian.

Melihat kondisi korban yang mengalami pendarahan, teman-temannya segera membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca juga  Drama COD Palsu, Warga Bantul Kehilangan iPhone 15 Pro

Korban kemudian dibawa ke RSPS Bantul untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan oleh tenaga medis.

Saksi Sempat Melakukan Pengejaran

Salah satu saksi yang berada di lokasi kejadian sempat mencoba mengejar para pelaku.

Saksi mengikuti arah pelarian pelaku menggunakan sepeda motor. Namun pelaku berhasil menjauh dari lokasi kejadian.

Kondisi jalan yang gelap serta jarak yang semakin jauh menyebabkan saksi kehilangan jejak para pelaku.

Para pelaku kemudian berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Laporan disampaikan oleh keluarga korban melalui salah satu anggota keluarganya.

Kasus ini ditangani oleh Polsek Jetis.

Kapolsek Jetis AKP Sony Yuniawan membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut.

“Korban melalui saudaranya telah melaporkan peristiwa tersebut. Kami sudah menindaklanjuti laporan dengan melakukan olah TKP serta memeriksa saksi dan korban,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi serta mencari pelaku yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

Fenomena Klitih Kembali Menjadi Perhatian

Peristiwa tersebut kembali menyoroti kasus kejahatan jalanan yang dikenal masyarakat dengan istilah klitih di wilayah Bantul.

Baca juga  Takut Royalti Musik, PHRI Gunungkidul Pilih Sunyikan Hotel dan Restoran

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus klitih kerap menjadi perhatian publik karena sering melibatkan kelompok remaja dan terjadi pada malam hingga dini hari.

Kejadian tersebut biasanya terjadi secara tiba-tiba di jalan dan menyasar korban yang melintas di lokasi kejadian.

Faktor yang Kerap Dikaitkan dengan Kasus Klitih

Sejumlah faktor kerap disebut berkaitan dengan munculnya kasus klitih di sejumlah wilayah.

Beberapa di antaranya adalah pengaruh lingkungan pergaulan remaja, kurangnya pengawasan terhadap aktivitas pada malam hari, serta dorongan untuk mendapatkan pengakuan dari kelompok.

Selain itu, faktor sosial dan pendidikan juga sering disebut memiliki pengaruh terhadap munculnya perilaku kekerasan di kalangan remaja.

Harapan Masyarakat terhadap Penanganan Kasus

Peristiwa tersebut memunculkan harapan dari masyarakat agar penanganan terhadap kasus kejahatan jalanan dapat dilakukan secara tegas.

Sebagian warga juga berharap adanya peningkatan patroli malam serta pengawasan pada wilayah yang dinilai rawan.

Kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai penting dalam upaya mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap identitas pelaku yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid