
KabarJawa.com – Suasana hening dan haru menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Wates, Kulon Progo, saat jenazah Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon dimakamkan dengan upacara militer, Minggu (5/4/2026).
Prosesi diawali dengan tembakan salvo yang menggema sebagai penghormatan terakhir bagi pahlawan yang gugur saat bertugas di misi perdamaian PBB di Lebanon.
Sekitar pukul 08.57 WIB, ambulans membawa jenazah almarhum memasuki area pemakaman. Rombongan yang mendampingi terdiri dari keluarga, termasuk istri dan ibunda almarhum, serta sejumlah anggota TNI.
Wajah keluarga tampak tegang dan berduka, terutama saat mereka menuntun langkah menuju pusara.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung menyambut jenazah dengan tembakan salvo sebagai simbol penghormatan militer.
Istri almarhum, Fafa Nur Azila, dan ibunda Farizal tampak lemas dan harus dipapah oleh petugas kesehatan. Tangis dan isak mereka menyatu dengan derap langkah upacara militer yang penuh khidmat.
Inspektur upacara, Letjen TNI Candra Wijaya, Asisten Kebijakan Strategis dan Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI, memimpin prosesi penghormatan.
Pejabat dari Polda DIY dan pemerintah daerah juga hadir, menyaksikan seluruh rangkaian pemakaman secara seksama.
Ratusan warga yang berada di luar pagar TMP turut memberi penghormatan, sementara bendera berkibar setengah tiang di area makam, menandai duka mendalam bangsa atas gugurnya seorang putra terbaik.
Saat prosesi selesai, suasana menjadi semakin haru. Istri almarhum, Fafa Nur Azila, tidak mampu menahan tangis di pusara sang suami.
Ia tampak histeris dan harus ditenangkan oleh anggota Persit yang mendampingi. Momen itu menjadi saksi nyata betapa besar kehilangan yang dirasakan keluarga dan rekan-rekan almarhum.
Dalam kesempatan wawancara seusai pemakaman, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, Pangdam Iskandar Muda, menjelaskan kondisi gugurnya almarhum.
“Beliau, almarhum ini gugur di Lebanon tergabung dalam pasukan kontingen Garuda,” ujar Joko. Ia menambahkan, “Alhamdulillah pemakaman berjalan dengan lancar dan aman.”
Kopda Farizal Rhomadhon meninggal dunia dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) pada Minggu, 29 Maret 2026.
Ia tewas akibat ledakan proyektil yang terjadi di dekat salah satu posisi kelompok tersebut, di sekitar Desa Adchit al-Gusayr, Lebanon selatan. Keberanian dan pengorbanannya mencatatkan namanya sebagai pahlawan yang akan selalu dikenang oleh bangsa.
Hari itu, TMP Giripeni bukan hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga saksi bisu dari keberanian, pengorbanan, dan duka yang mendalam bagi keluarga, rekan-rekan militer, dan seluruh warga yang hadir.
Setiap tetes air mata yang jatuh menjadi penghormatan yang tulus untuk seorang prajurit yang rela mengorbankan nyawa demi perdamaian dunia. (ef linangkung)