
KabarJawa.com – Kampus Akprind Yogyakarta kali ini menjadi tuan rumah program Jogja Goes to Campus yang digelar Agres.ID Jogja pada Kamis, 25 September 2025.
Acara ini tidak hanya menghadirkan diskusi seputar kecerdasan buatan (AI) dan industri kreatif, tetapi juga menjadi momentum penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Akprind dengan Agres.ID Jogja serta Akprind dengan Kabar Jawa.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor Akprind, Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom., bersama perwakilan Agres.ID Jogja, Fransisca Diwati selaku HRD, serta oleh Cacik Gunarti sebagai Direktur Kabar Jawa
Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas keterampilan dan pengetahuan mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja di era digital.
Perspektif Media: AI Bantu Media Bertahan
Sesi pertama dibuka oleh Cacik Gunarti, yang menyoroti peran AI dalam industri media. Menurutnya, teknologi ini mampu menjadi solusi di tengah kondisi banyak perusahaan media yang gulung tikar karena tekanan biaya.
“Banyak media gulung tikar karena tidak mampu beradaptasi. Namun, Kabar Jawa bisa tetap eksis bahkan berkembang karena memanfaatkan efisiensi dari AI,” jelasnya. Ia menekankan bahwa AI bukanlah ancaman, melainkan alat yang harus dikelola dengan bijak.
AI dalam Branding dan Produksi Visual
Dilanjutkan oleh Eri Kuncoro, Co-Founder sekaligus CMO Botika, sesi kedua membahas bagaimana AI mendukung pembuatan konten branding maupun edukasi. Teknologi ini dinilai membuat proses produksi visual lebih cepat, realistis, dan efisien.
“AI hanyalah tools. Semua kembali pada manusianya, bagaimana cara menggunakannya agar lebih optimal,” ujar Eri. Menurutnya, manusia tetap menjadi faktor penentu keberhasilan pemanfaatan AI.
Teknologi AI Intel: Privasi Lebih Terjamin
Sesi ketiga menghadirkan Titan Danar Harjo, Intel Master Trainer, yang memperkenalkan teknologi AI terbaru dari Intel.
Teknologi ini dapat digunakan secara offline melalui laptop berbasis Intel Ultra, sehingga menjaga privasi pengguna sekaligus memberikan keleluasaan untuk menyesuaikan fungsi AI sesuai kebutuhan masing-masing bidang.
Pengalaman Kreator Digital
Materi selanjutnya disampaikan oleh Suryo Prasetyo, kreator digital dan fotografer. Ia berbagi pengalaman menggunakan teknologi AI Intel dalam menghasilkan karya fotografi.
Menurutnya, hasil kreasi yang diperoleh cukup memuaskan dan mampu bersaing dengan teknologi AI berbasis daring lainnya.
Diskusi Interaktif dan Doorprize
Acara yang dipandu moderator Nur Rahmawati, S.E., MBA. ini berlangsung meriah dengan sesi diskusi yang interaktif. Pertanyaan kritis dari peserta tentang potensi AI yang bisa menggeser tenaga kerja dijawab lugas oleh Cacik Gunarti.
“Dunia itu keras, bro. Kalau sudah tahu ke depan akan seperti itu, ya belajar bagaimana cara bertahan. Jangan takut AI menggantikan manusia, tetapi takutlah pada manusia yang sudah menggunakan AI dengan baik dan optimal,” ujarnya.
Untuk menambah semangat, panitia juga membagikan doorprize menarik, mulai dari smartwatch, TWS, hingga perangkat earphone. Hadiah ini didukung oleh Agres.ID Jogja dan Intel.

Harapan Bersama
Melalui Jogja Goes to Campus, Agres.ID Jogja berupaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, media, dan industri.
Dengan adanya MoU dan sesi berbagi pengalaman ini, mahasiswa diharapkan lebih siap beradaptasi serta berinovasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.***