6 Pasar di Gunungkidul Raih Penghargaan Pasar Tertib Ukur, Wujudkan Perdagangan yang Adil dan Transparan

Bagikan :
Tera Ulang Timbangan di Pasar Tradisional Gunungkidul/Foto: Pemkab Gunungkidul

KabarJawa.com– Kabupaten Gunungkidul kembali menunjukkan komitmen dalam menciptakan ekosistem perdagangan yang jujur, adil, dan berintegritas.

Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Legal berhasil meraih penghargaan Pasar Tertib Ukur untuk enam pasar sekaligus.

Prestasi ini menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi daerah yang terus memperkuat kualitas layanan publik di sektor perdagangan.

Peraih Penghargaan Pasar Tertib Ukur

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Kelik Yusdayanto, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah terus membangun kepercayaan konsumen melalui standar pengukuran yang akurat di pasar-pasar tradisional.

Ia menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerja panjang yang mengedepankan edukasi, pengawasan, dan penguatan kesadaran pedagang.

Penghargaan Pasar Tertib Ukur merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat kepada daerah yang berhasil memastikan seluruh alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) memenuhi standar regulasi metrologi.

Capaian ini menegaskan bahwa pengawasan dan pengecekan rutin UPT Metrologi Legal tidak hanya sebatas prosedur administratif. Namun, hal itu berdampak langsung pada kualitas transaksi antara pedagang dan masyarakat.

Baca juga  Gunungkidul Serahkan SK P3K Paruh Waktu kepada 1.992 Pegawai, Bupati Tegaskan Disiplin dan Dedikasi sebagai Kunci Pelayanan Publik

“Enam pasar yang berhasil meraih predikat Pasar Tertib Ukur tahun ini meliputi pasar Baran, pasar Bedoyo, pasar Bintaos, pasar Nglipar, pasar Semin dan Pasar Trowono,” tuturnya.

Menurut Kelik Yusdayanto, keenam pasar tersebut menunjukkan kinerja terbaik dalam hal kepatuhan terhadap uji tera dan tera ulang alat ukur.

Perdagangan yang Adil dan Transparan

Ia menegaskan bahwa capaian ini juga menunjukkan bahwa Gunungkidul telah menempatkan perlindungan konsumen sebagai prioritas utama dalam sektor perdagangan.

Penghargaan ini tidak hanya menggambarkan keberhasilan pemerintah, tetapi juga mencerminkan tingginya partisipasi para pedagang.

Mereka secara aktif mengikuti Sidang Tera Ulang di masing-masing pasar dan menunjukkan komitmen kuat untuk menjunjung kejujuran dalam setiap transaksi.

Para pedagang tampak antusias menyerahkan timbangan serta alat ukur lainnya untuk pengecekan.

Kepatuhan ini membuktikan bahwa pelaku usaha di Gunungkidul memahami pentingnya akurasi alat ukur sebagai fondasi perdagangan yang adil.

Dukungan para pedagang juga menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa setiap barang yang dibeli di pasar telah melalui mekanisme pengukuran yang sah dan akurat.

Baca juga  Jadwal Event Bantul Agustus 2025: Ceria Run, Dongeng hingga Karnaval Kebangsaan Siap Digelar

Predikat Pasar Tertib Ukur bukan sekadar simbol prestasi, tetapi merupakan jaminan nyata perlindungan konsumen.

Dengan alat ukur yang telah lulus tera, masyarakat mendapatkan kepastian bahwa setiap transaksi berlangsung transparan dan bebas dari manipulasi.

Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul menilai penghargaan ini sebagai langkah penting untuk membangun pasar tradisional yang kompetitif, modern, dan dipercaya masyarakat.

Predikat tersebut dapat meningkatkan citra pasar rakyat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih sehat dan berintegritas.

Kelik Yusdayanto menyampaikan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas layanan metrologi legal.

Ia menyebut bahwa kegiatan edukasi dan pendampingan pedagang akan diperluas ke lebih banyak pasar. Jadi, lebih banyak wilayah meraih predikat Tertib Ukur.

“Pencapaian ini adalah bukti kerja bersama. Kami akan terus memperluas penerapan standar metrologi di seluruh pasar rakyat Gunungkidul demi menjamin perdagangan yang jujur, aman, dan melindungi hak-hak konsumen,” tegasnya.

Kelik menegaskan dengan enam penghargaan sekaligus, Gunungkidul menegaskan posisi sebagai daerah yang serius membangun sistem perdagangan terpercaya, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (ef linangkung)

Baca juga  Stok Pangan Kulon Progo Tetap Aman meski Harga Cabai dan Bawang Merah Merangkak Naik Jelang Nataru

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?