
KABARJAWA – Sebanyak 15 mekanik asal Gunungkidul menorehkan kebanggaan ketika mereka resmi lulus dari Program Pelatihan Z-Auto Gelombang I. Pelatihan itu ditutup penuh haru dan optimisme di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Gunungkidul, Selasa, 1 Juli 2025.
Baznas menegaskan komitmennya dengan menggagas program Z-Auto untuk memberdayakan mustahik sektor perbengkelan.
Mereka tidak hanya menyalurkan bantuan modal, tetapi juga menyiapkan pelatihan teknis, peralatan, dan pendampingan usaha secara berkelanjutan.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyerahkan bantuan peralatan bengkel secara simbolis kepada perwakilan peserta.
Endah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Baznas yang telah membantu pemerintah daerah mendorong kemandirian ekonomi rakyat.
“Saya hari ini resmi melepas para peserta pelatihan Z-Auto. Mereka telah memiliki keahlian dan usaha bengkel. Baznas memfasilitasi pelatihan beberapa hari dan hari ini mereka menerima paket perlengkapan bengkel lengkap. Harapan kami, program ini tidak berhenti di sini. Mereka akan mendapatkan pendampingan selama setahun agar tuntas, tidak hanya ilmu, tetapi juga modal awal, peralatan, dan bimbingan lanjutan,” ujar Bupati Endah.
Dia menegaskan, Pemkab Gunungkidul membutuhkan dukungan semua pihak. Ia menyebut keterbatasan PAD Gunungkidul yang hanya sekitar Rp300 miliar berbanding jauh dengan kebutuhan belanja daerah sebesar Rp2,1 triliun.
“Kalau kita maksimalkan kolaborasi, insyaallah akan lahir generasi baru yang terampil dan mandiri. Ini langkah konkret kita mengentaskan kemiskinan,” ujarnya dengan suara tegas.
Pelatihan Singkat, Manfaat Panjang
Pelatihan Z-Auto yang diikuti 15 mekanik itu digelar pada 23–25 Juni 2025. Mereka belajar merawat sepeda motor sistem injeksi selama tiga hari dengan metode praktik langsung dan bimbingan instruktur BLK Gunungkidul.
Kepala UPT BLK Dinas Perindustrian, Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Edar Santoso, memastikan pelatihan tersebut akan berdampak signifikan.
“Pelatihan ini hasil kerja sama Baznas dan BLK. Kami membekali mekanik agar mereka mampu meningkatkan keterampilan sekaligus membangun jejaring antarpelaku usaha,” kata Edar mantap.
Edar menyebut para peserta menerima paket modal usaha berupa perlengkapan dan suku cadang, seperti oli mesin, ban dalam, vanbelt, busi, dan komponen lainnya.
Ia memastikan mereka akan mendapatkan pendampingan intensif selama setahun untuk memastikan usaha mereka benar-benar berjalan.
Dana Zakat untuk Kemandirian dan Martabat
Kepala Baznas Kabupaten Gunungkidul, Mustangid, menegaskan pentingnya menumbuhkan kesadaran berzakat masyarakat. Mustangid menyatakan Baznas akan melaksanakan lebih banyak program produktif jika semangat zakat terus tumbuh.
“Zakat bukan hanya memberi, tetapi juga mengangkat harkat dan martabat manusia. Kami berharap para peserta hari ini suatu saat nanti bisa menjadi pihak yang memberi,” ucap Mustangid dengan mata berkaca-kaca menahan haru.
Kepala Baznas DIY, Puji Astuti, menegaskan program Z-Auto menjadi bukti nyata dana zakat bisa dikelola produktif dan berkelanjutan. Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi membangun kemandirian.
“Dana zakat harus terus berputar dan kembali ke masyarakat dalam bentuk manfaat nyata,” tegas Puji dengan nada penuh keyakinan.