
KabarJawa.com— Pemerintah Kabupaten Bantul bergerak cepat menekan angka kemiskinan ekstrem yang masih membelit sebagian warganya.
Melalui program bantuan sosial pangan bertajuk Sapa Bantul atau Sambung Pangan Warga Bantul, Pemkab menyalurkan bantuan kepada 1.154 keluarga penerima manfaat (KPM) dari 16 kapanewon.
Pelucuran Program Sapa Bantul
Peluncuran program ini berlangsung khidmat di Pendopo Manggala Parasamya 2, Kamis (23/10/2025), dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta.
Sejumlah warga penerima manfaat hadir dengan wajah haru dan penuh syukur. Di tengah situasi ekonomi yang masih menantang, kehadiran program Sapa Bantul menjadi napas baru yang membawa harapan di tengah keterbatasan.
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.
Ia menyampaikan apresiasi kepada perangkat daerah, kepala kapanewon, aparat desa, dan masyarakat yang telah bekerja keras dalam pendataan, verifikasi, hingga penyaluran bantuan.
“Program Sapa Bantul tidak akan berhasil tanpa sinergi dan kerja sama. Inilah bentuk nyata solidaritas sosial warga Bantul,” tegas Aris.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong.
Lalu, ia meminta kepada semua pihak untuk bersama merawat solidaritas sosial, perkuat tekad, dan satukan langkah untuk mewujudkan Kabupaten Bantul yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan.
Menurutnya, Program Sapa Bantul bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga simbol empati dan kehadiran pemerintah di tengah rakyatnya.
Dengan pendekatan yang menyentuh langsung ke lapisan masyarakat paling rentan, program ini diharapkan mampu mengurangi beban hidup warga dan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Bantuan Sembako Selama Empat Bulan
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Sukrisna Dwi Susanta, menjelaskan bahwa setiap KPM akan menerima bantuan berupa sembako senilai Rp200 ribu selama empat bulan berturut-turut, mulai September hingga
Desember 2025. Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, yakni pada Oktober dan November 2025.
“Setiap penerima manfaat akan mendapatkan kartu virtual account yang bisa digunakan untuk menukarkan kebutuhan pangan di warung pangan warga yang telah ditunjuk,” jelas Sukrisna.
Ia menambahkan, mekanisme ini bertujuan agar bantuan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi penerima. Namun, ini juga menggerakkan ekonomi lokal melalui warung-warung warga di sekitar lokasi penerima bantuan.
Selain bantuan sembako, Pemkab Bantul juga menyalurkan alat bantu bagi 11 warga penyandang disabilitas.
Inisiatif ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun Bantul sebagai daerah inklusif dan setara. Seluruh warga mendapatkan kesempatan yang sama untuk hidup layak tanpa terkecuali.
“Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap warga, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik, tetap merasakan kehadiran negara,” ujar Sukrisna.
Suasana peluncuran semakin haru ketika beberapa penerima alat bantu menaiki panggung dengan langkah tertatih, tapi mata mereka memancarkan semangat baru.
Satu di antara mereka, seorang bapak paruh baya asal Pleret, mengucapkan syukur dengan suara bergetar.
“Sekarang saya bisa lebih mandiri. Terima kasih pemerintah,” ujarnya lirih. (ef linangkung)