
Kabar Jawa – Yogyakarta terkenal sebagai kota favorit untuk dikunjungi saat musim liburan telah tiba. Tidak hanya memiliki kuliner yang digemari banyak orang, Yogyakarta juga memiliki banyak sekali pilihan tempat wisata yang dapat kamu pilih.
Pilihan tempat wisata di Yogyakarta tidak ada habisnya. Terlebih lagi dengan adanya tempat wisata baru bernama Studio Alam Gamplong.
Jika kamu mencari destinasi wisata yang unik dan penuh nilai seni saat berlibur ke Yogyakarta, Studio Alam Gamplong bisa menjadi pilihan yang sempurna.
Tempat ini bukan sekadar lokasi rekreasi biasa, melainkan juga merupakan tapak sejarah perfilman Indonesia modern, sekaligus menyajikan suasana tempo dulu yang sangat memikat bagi para pengunjung, terutama pecinta fotografi dan budaya.
Lokasi dan Cara Menuju Studio Alam Gamplong
Studio Alam Gamplong terletak di Dusun Gamplong, Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dari pusat kota Yogyakarta, seperti kawasan Titik Nol Kilometer, perjalanan menuju studio ini memakan waktu sekitar 40 menit dengan kendaraan.
Kamu cukup mengikuti arah barat melalui Jalan Wates hingga KM 15. Setelah itu, ambil belokan kanan di pertigaan Klangon, seberangi rel kereta, lalu belok kiri. Tak lama dari situ, kamu akan tiba di area lapangan, dan cukup menempuh sekitar 300 meter lagi untuk sampai ke gerbang masuk Studio Alam Gamplong.
Jejak Sejarah Studio Alam Gamplong
Awalnya, kawasan seluas 2,3 hektare ini merupakan lahan tebu milik Kesultanan Yogyakarta yang dimanfaatkan untuk industri gula.
Namun, sejak tahun 2017, lahan ini berubah fungsi menjadi lokasi syuting film “Sultan Agung: The Untold Love Story” karya sutradara Hanung Bramantyo.
Alih-alih membongkar set setelah produksi selesai, Hanung bersama tim memutuskan untuk menyerahkan lokasi ini kepada pemerintah Kabupaten Sleman. Berkat dukungan penuh, Studio Alam Gamplong pun diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Juli 2018 sebagai destinasi wisata.
Sejak saat itu, studio ini digunakan untuk pengambilan gambar berbagai film besar lainnya, seperti Bumi Manusia, Habibie & Ainun, dan Satria Dewa: Gatotkaca. Kesan sinematik dan suasana klasik dari bangunan-bangunan di dalamnya menjadikan studio ini sebagai tempat favorit untuk berfoto ala zaman kolonial.
Zona Menarik dan Wahana Berbayar
Begitu memasuki kawasan Studio Alam Gamplong, kamu seolah dibawa ke masa lalu. Di dalamnya terdapat berbagai zona tematik yang meniru suasana kota abad ke-16 hingga ke-17.
Beberapa di antaranya adalah replika Kranggan Surabaya, kawasan Pecinan, Benteng VOC, serta rumah-rumah kayu bertingkat khas masa lampau.
Salah satu rumah bertingkat ini bahkan kini difungsikan sebagai pusat kuliner tradisional, sehingga kamu bisa mencicipi jajanan khas sambil menikmati suasana vintage.
Meskipun sebagian besar area dapat dijelajahi tanpa biaya tetap, pengunjung hanya diminta memberi donasi sukarela untuk pemeliharaan.
Namun, jika ingin mengakses wahana-wahana tertentu yang merupakan bagian dari set film terkenal, kamu perlu membeli tiket masuk seharga Rp10.000 per wahana. Beberapa wahana berbayar yang bisa dikunjungi antara lain:
- Museum Bumi Manusia
- Rumah Habibie & Ainun
- Rumah Kiblat Trinil
- Kereta Tua (Trem)
- Galeri Antiques
Jika ingin mengunjungi semua wahana tersebut, tersedia tiket terusan dengan harga Rp45.000.
Fasilitas Tambahan: Dari Permit Kamera hingga Kuliner
Bagi kamu yang gemar fotografi dan ingin membawa kamera profesional seperti DSLR atau mirrorless, diwajibkan membeli permit card seharga Rp10.000.
Sementara itu, bagi pengguna drone, biaya izin penerbangan dikenakan sebesar Rp200.000. Namun jangan khawatir, jika hanya ingin berfoto menggunakan ponsel, kamu tidak perlu membayar izin apa pun.
Di sekitar area parkir, kamu juga akan menemukan kios-kios yang menjual aneka kerajinan tangan khas Desa Gamplong, seperti anyaman dan kain tenun serat alam.
Ini merupakan bentuk pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengembangan destinasi wisata, yang juga memberi nilai tambah secara ekonomi dan budaya.
Tips Berkunjung ke Studio Alam Gamplong
Agar kunjunganmu semakin maksimal, disarankan datang pada pagi hari antara pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.
Cahaya matahari yang lembut di pagi hari akan membuat hasil fotomu terlihat lebih dramatis dan estetik. Studio ini buka setiap hari hingga pukul 17.00 WIB.
Jangan lupa juga untuk menyiapkan outfit yang keren dan sesuai tema, terutama jika kamu ingin membuat konten bergaya klasik atau foto prewedding.
Studio Alam Gamplong memang sering dijadikan lokasi pemotretan bertema vintage oleh para fotografer profesional.
Kamu dapat mengeksplorasi kawasan ini secara mandiri, namun jika ingin memahami lebih dalam sejarah dan latar belakang setiap bangunan, tersedia juga layanan pemandu wisata yang siap menemani perjalananmu.
Studio Alam Gamplong bukan sekadar tempat untuk berswafoto. Ia menyimpan cerita tentang industri film tanah air, kerja sama antara seniman dan masyarakat, serta usaha pelestarian budaya melalui media visual.
Nuansa masa lampau yang ditampilkan di setiap sudut bangunan, menjadikan studio ini sebagai magnet baru wisata Yogyakarta yang sayang jika dilewatkan.
Baik kamu pecinta film, penggemar sejarah, maupun sekadar pemburu foto Instagramable, Studio Alam Gamplong adalah tempat yang akan memberikan pengalaman unik dan tak terlupakan.
***