
KabarJawa.com – Tak perlu menunggu akhir pekan panjang untuk jalan-jalan ke Solo. Dengan KRL Commuter Line, perjalanan dari Yogyakarta bisa dilakukan sejak pagi dan kembali pada sore hari.
Konsepnya pun sederhana. Kamu cukup berangkat lebih awal, pilih destinasi yang lokasinya saling berdekatan, lalu pulang sebelum hari terlalu malam.
Wisata seharian di Solo naik KRL juga cocok buat kamu yang ingin liburan tanpa repot membawa kendaraan pribadi.
Dari Stasiun Solo Balapan, perjalanan bisa dilanjutkan ke sejumlah tempat menarik untuk menikmati kuliner khas, melihat bangunan bersejarah, berburu foto, sampai membeli oleh-oleh.
Ide Wisata Seharian di Solo Naik KRL dari Jogja
Berikut ide konsep itinerary yang bisa kamu pakai untuk perjalanan sehari dari Jogja ke Solo:
1., Pagi Hari: Berangkat dari Jogja Menuju Solo
06.30–07.30 WIB — Naik KRL dari Yogyakarta
Perjalanan bisa dimulai dari Stasiun Tugu Yogyakarta maupun Stasiun Lempuyangan. Pilih keberangkatan pagi agar waktu eksplorasi di Solo lebih panjang.
Tujuan utamanya adalah Stasiun Solo Balapan, yang menjadi salah satu titik strategis untuk memulai perjalanan.
Dari sini, kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi online, becak, bus kota, maupun berjalan kaki ke sejumlah kawasan yang relatif dekat.
Kalau ingin bepergian santai tanpa terburu-buru, sebaiknya sudah berada di stasiun sebelum jadwal keberangkatan. Jangan lupa cek jadwal KRL pada hari perjalanan karena waktu keberangkatan dapat berubah.
2. Memulai Perjalanan dengan Mencicipi Kuliner Khas Solo
07.30–08.30 WIB
Sesampainya di Solo, jangan langsung buru-buru mencari spot foto. Awali perjalanan dengan sarapan khas Kota Bengawan.
Salah satu pilihan yang bisa dimasukkan ke itinerary adalah Soto Gading. Semangkuk soto hangat dengan kuah gurih cocok disantap pagi hari sebelum melanjutkan perjalanan.
Alternatif lainnya adalah selat Solo, kuliner yang memperlihatkan pengaruh masakan Eropa yang kemudian beradaptasi dengan selera masyarakat Jawa.
Hidangan ini biasanya terdiri dari daging, sayuran, kentang, telur, dan kuah khas yang membuat rasanya berbeda dari steak atau sup pada umumnya.
Sarapan sekitar satu jam sudah cukup untuk mengisi tenaga sebelum menjelajah kawasan kota.
3. Menyusuri Mangkunegaran dan Ngarsopuro
08.30–11.30 WIB
Setelah sarapan, arahkan perjalanan ke kawasan Pura Mangkunegaran. Kompleks ini menjadi salah satu tempat yang menarik untuk mengenal sejarah dan kebudayaan Jawa di Solo.
Arsitektur bangunan, halaman yang luas, serta detail interiornya bisa menjadi objek foto. Namun, jangan hanya menjadikan tempat ini sebagai latar foto.
Luangkan waktu untuk melihat koleksi dan cerita sejarah yang ada di dalam kompleks.
Setelah puas berkeliling, perjalanan dapat diteruskan menuju Ngarsopuro. Kawasan ini memiliki suasana yang lebih santai dan cocok untuk berjalan kaki.
Deretan bangunan, ruang terbuka, serta nuansa kota yang berpadu dengan unsur tradisional membuat kawasan Ngarsopuro menarik untuk dijelajahi tanpa agenda yang terlalu padat.
4. Menyempatkan Diri ke Masjid Raya Sheikh Zayed
11.30–13.30 WIB
Menjelang siang, perjalanan bisa dilanjutkan ke Masjid Raya Sheikh Zayed. Masjid ini menjadi salah satu bangunan yang cukup mencolok di Solo berkat arsitekturnya yang megah.
Area masjid menawarkan banyak sudut yang menarik untuk fotografi. Dominasi warna putih, ornamen khas Timur Tengah, pilar-pilar besar, serta halaman luas membuat suasananya berbeda dari destinasi sebelumnya.
Meski bisa menjadi tempat berburu foto, pengunjung tetap perlu menjaga sikap karena kawasan ini merupakan tempat ibadah. Kenakan pakaian yang sesuai dan ikuti ketentuan yang berlaku bagi wisatawan.
Setelah berkeliling, waktu makan siang bisa digunakan untuk mencoba kuliner yang tersedia di sekitar kawasan tersebut.
Jangan terlalu lama karena masih ada satu destinasi kuliner yang menarik untuk dikunjungi pada sore hari.
5. Pasar Gede: Berburu Oleh-oleh Sekaligus Kulineran
13.30–15.30 WIB
Setelah makan siang, lanjutkan perjalanan menuju Pasar Gede Hardjonagoro. Tempat ini cocok dijadikan tujuan berikutnya karena menawarkan pengalaman yang berbeda dari destinasi sebelumnya.
Pasar Gede bukan sekadar tempat belanja. Aktivitas pedagang, bangunan pasar, aroma makanan, hingga lalu-lalang pembeli membuat kawasan ini terasa hidup.
Wisatawan dapat berburu makanan khas, jajanan tradisional, bahan makanan, maupun oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Jogja.
Salah satu agenda yang bisa dimasukkan adalah mencicipi es dawet telasih. Minuman tradisional ini terasa menyegarkan setelah berjalan kaki di kawasan pasar.
Dawet telasih memiliki kombinasi bahan yang membuat teksturnya cukup beragam. Ada dawet, biji telasih, dan isian lain yang berpadu dengan kuah manis serta santan.
Kalau datang ke Pasar Gede, sempatkan pula melihat-lihat area sekitar. Beberapa sudut bangunan dan aktivitas pasar bisa menjadi materi foto yang lebih natural dibandingkan spot yang sengaja dibuat untuk berfoto.
6. Sore Hari: Kembali ke Stasiun
15.30–16.30 WIB — Menuju Stasiun Solo Balapan atau Purwosari
Setelah puas kulineran dan belanja, waktunya bersiap pulang. Jangan menunggu terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan KRL karena perjalanan dari pasar menuju stasiun tetap membutuhkan waktu.
Pilihan stasiun dapat disesuaikan dengan jadwal kereta yang tersedia, baik Solo Balapan maupun Purwosari.
Sisakan waktu untuk perjalanan menuju stasiun, membeli minuman atau camilan, serta memastikan barang bawaan sudah lengkap. Ini penting terutama jika sebelumnya membeli banyak oleh-oleh.
7. Pulang ke Jogja
16.30–17.30 WIB
Perjalanan pulang dengan KRL menjadi penutup yang cukup nyaman setelah seharian berkeliling.
Jika keberangkatan sesuai rencana, sekitar satu jam perjalanan sudah cukup untuk membawa wisatawan kembali ke Yogyakarta.
Setelah turun di Stasiun Tugu atau Lempuyangan, perjalanan sehari ke Solo pun selesai tanpa harus menginap.
Karena konsep perjalanan ini hanya sehari, tentukan batas waktu sejak awal. Dengan begitu, itinerary tetap longgar dan masih punya waktu untuk makan siang serta belanja oleh-oleh.***