
Kabarjawa – Penataan infrastruktur jalan menjadi perhatian serius di Klaten. Baru-baru ini, pemasangan polisi tidur di jalur lambat Jalan Pemuda, tepatnya di seberang kompleks Pemerintah Kabupaten Klaten, menjadi sorotan masyarakat.
Karena dinilai terlalu tinggi dan membahayakan pengguna jalan, polisi tidur tersebut akhirnya dibongkar. Proses pembongkarannya bahkan menjadi viral di media sosial setelah Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, ikut langsung mengawasi di lokasi.
Pembongkaran Polisi Tidur di Jalan Pemuda Klaten
Pembongkaran polisi tidur ini berlangsung pada Minggu (27/4/2025) dan menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial seperti Facebook dan Instagram.
Sejumlah akun seperti Info Klaten Bersinar, Info Seputar Klaten-ISK, hingga Info Cegatan Klaten (ICK) mengunggah video yang memperlihatkan Bupati Hamenang mengenakan kaos merah dan celana panjang hitam mengawasi langsung proses tersebut.
Dalam kegiatan yang berlangsung hingga pukul 18.00 WIB, delapan polisi tidur di sisi barat dan timur simpang jalan depan pertokoan berhasil diratakan.
Menurut Kepala Dinas PUPR Pemkab Klaten, Suryanto, pembongkaran dilakukan untuk meratakan permukaan jalan, dan penyempurnaan akan dilanjutkan pada hari berikutnya.
Suryanto juga mengingatkan bahwa keberadaan marka kejut atau polisi tidur memang penting untuk keselamatan. Namun, ia menekankan bahwa kunci utama tetap pada kepatuhan perilaku berkendara masyarakat.
Latar Belakang Pemasangan Polisi Tidur
Pemasangan polisi tidur ini sebenarnya merupakan respons atas keluhan warga sekitar yang menyebutkan bahwa kawasan tersebut sering terjadi kecelakaan.
Menurut Hery Wibawa, seorang warga sekaligus anggota DPRD Klaten, kendaraan dari jalur lambat kerap melaju dengan kecepatan tinggi, menyulitkan pengguna jalan lain yang hendak menyeberang.
Usulan pemasangan marka kejut telah diajukan sejak setengah tahun yang lalu. Sayangnya, dalam pelaksanaannya, ukuran polisi tidur yang terlalu tinggi justru dinilai membahayakan, terutama saat malam hari ketika kondisi pencahayaan minim.
Salah seorang pengguna jalan, Eko, juga menyampaikan kekhawatirannya atas keberadaan polisi tidur tersebut yang dianggap membahayakan pengendara, terlebih tanpa tanda peringatan yang memadai.
Klarifikasi Lokasi
Bupati Hamenang memberikan klarifikasi bahwa polisi tidur yang dibongkar tersebut sebenarnya tidak berada persis di depan kantor Pemda Klaten, melainkan di seberangnya. Hal ini penting untuk meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat dan media sosial.
Pembongkaran polisi tidur di jalur lambat Jalan Pemuda Klaten menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tanggap terhadap masukan dan keluhan masyarakat.
Meskipun tujuan awal pemasangan marka kejut untuk meningkatkan keselamatan, tetap diperlukan perencanaan dan pelaksanaan yang memperhatikan aspek kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
Dengan pengawasan langsung dari Bupati Klaten, diharapkan penataan jalan ke depan lebih memperhatikan standar keselamatan sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan di kawasan tersebut.(Kabarjawa)