
KABARJAWA – Malam yang seharusnya tenang di jalanan Bantul berubah mencekam. Seorang tukang parkir bernama Sidik Purnomo (31) harus menanggung luka serius setelah dipepet dan dikeroyok oleh sekelompok orang bersenjata tajam di selatan Jembatan Winongo, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Senin, 25 Agustus 2025 dini hari.
PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Handoyo, membenarkan peristiwa dugaan penganiayaan brutal tersebut. Ia menegaskan polisi sudah menerima laporan resmi dari pihak keluarga korban dan kini tengah memburu para pelaku yang masih dalam penyelidikan.
Sidik berangkat pulang setelah menyelesaikan tugasnya sebagai tukang parkir di sebuah rumah makan Gangen. Ia sempat mampir ke rumah temannya di kawasan Dongkelan sebelum akhirnya mengarahkan motor ke rumahnya di Bangunjiwo.
Sekitar pukul 01.00 WIB, Sidik melintasi jalan Bantul dari arah utara. Malam itu jalanan sepi, hanya suara mesin motor yang menemani perjalanannya. Namun, ketenangan itu runtuh ketika tiga sepeda motor tiba-tiba memepetnya.
“Korban langsung disabet senjata tajam oleh salah satu pelaku dan mengenai bahu kirinya. Setelah itu, korban ditendang hingga terjatuh,” terang Iptu Rita.
Dalam kondisi terkejut dan tak berdaya, Sidik jatuh ke aspal. Bahunya sobek dan tulangnya patah akibat sabetan benda tajam. Pergelangan kaki kirinya juga retak karena benturan keras.
Meski tubuhnya penuh luka, Sidik tetap berusaha bangkit. Dengan sisa tenaga, ia kembali mengendarai motor dan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, keluarganya segera membawa Sidik ke Puskesmas Kasihan II.
Namun, karena lukanya cukup parah, pihak medis langsung merujuknya ke RS Harjolukito untuk mendapat perawatan intensif.
“Saat ini kasus sudah dalam penyelidikan. Tim sedang melakukan pendalaman dan memburu para pelaku,” jelas Iptu Rita.
Polisi menduga motif penganiayaan masih berkaitan dengan aksi kriminal jalanan. Meski demikian, aparat tetap membuka kemungkinan motif lain karena para pelaku tidak merampas harta benda korban.
Peristiwa ini membuat warga Bantul, terutama di sekitar Tirtonirmolo, semakin resah. Jalanan selatan Jembatan Winongo dikenal sepi pada malam hari, sehingga rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Mandrasih, pelapor sekaligus keluarga korban, berharap polisi segera menangkap para pelaku.
“Kami tidak ingin kejadian serupa menimpa orang lain. Jalanan harus kembali aman,” tegasnya.