
Kabarjawa – Tewas tertabrak truk! Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur arteri Jombang, Jawa Timur. Insiden tragis ini merenggut nyawa seorang ibu dan anaknya saat mereka dalam perjalanan menuju sekolah.
Peristiwa ini menambah deretan kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di jalur arteri yang dikenal ramai kendaraan berat.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas tersebut menimpa Uci Sukartya (42) dan putranya M Mesi Ardiansyah (11), warga Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang. Kecelakaan terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 06.40 WIB di jalur arteri Desa Plosokerep, Sumobito, Jombang.
Saat kejadian, Uci mengendarai sepeda motor Honda BeAT dengan nomor polisi S 4934 OCD, melaju dari arah barat ke timur, atau dari Jombang menuju Mojokerto.
Uci bermaksud memutar balik di lokasi kejadian, namun nahas, sebelum sempat berbelok, sepeda motor mereka tertabrak truk tronton bernomor polisi DD 8949 MQ yang melaju dari arah yang sama.
Truk tronton tersebut dikemudikan oleh Agus Budianto (38), warga Desa Jarit, Candipuro, Lumajang. Diduga, jarak yang terlalu dekat serta kurangnya kewaspadaan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan maut ini. Akibat benturan keras, Uci dan Mesi tewas di tempat akibat terlindas truk.
Penanganan di Lokasi Kejadian
Petugas kepolisian dari Satlantas Polres Jombang segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Jombang. Sementara itu, truk tronton beserta pengemudinya diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Sepeda motor korban juga diamankan di kantor Satlantas Polres Jombang sebagai barang bukti dalam penyelidikan ini. Proses evakuasi berjalan lancar dengan bantuan warga sekitar yang turut membantu merapikan arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat kejadian tersebut.
Kecelakaan tragis di jalur arteri Jombang ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan kehati-hatian bagi seluruh pengguna jalan, terutama di jalur yang ramai kendaraan berat.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar kecelakaan serupa tidak terulang di masa mendatang.(Kabarjawa)