Tragedi Pohon Tumbang di Pemalang Saat Salat Idul Fitri, Dua Korban Dimakamkan Hari Ini

Bagikan :
Tragedi Pohon Tumbang di Pemalang Saat Salat Idul Fitri, Dua Korban Dimakamkan Hari Ini
Tragedi Pohon Tumbang di Pemalang Saat Salat Idul Fitri, Dua Korban Dimakamkan Hari Ini(Sumber gambar: ilustrasi: Pinterest/Satpopp02)

Kabarjawa – Perayaan Idul Fitri di Alun-Alun Pemalang berubah menjadi momen duka setelah sebuah pohon beringin besar tumbang di tengah pelaksanaan salat. Kejadian ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Keluarga korban masih dalam suasana berduka, sementara masyarakat setempat berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah guna mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Dua Korban Dimakamkan di TPU Pagaran

Dua warga yang menjadi korban dalam insiden ini telah dimakamkan di TPU Pagaran, Pemalang. Salah satu korban, Anita Rahmawati (39), seorang pedagang sayur, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis.

Jenazahnya diberangkatkan dari rumah duka di Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang, menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, termasuk anak dan suaminya yang bekerja di bengkel.

Korban lainnya, Rusmono (42), meninggal di lokasi kejadian. Jenazahnya langsung dimakamkan pada sore hari setelah keluarga menerima kabar duka.

Istri Rusmono, Ari Iriana (45), masih berduka atas kehilangan suaminya yang setiap tahun rutin melaksanakan salat Idul Fitri di alun-alun tersebut.

Baca juga  Peristiwa Tragis di Jember: Remaja Bawa Kepala Ayah di Jalan Tengah Malam

Kronologi Kejadian

Insiden terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 06.30 WIB saat ribuan warga berkumpul untuk menunaikan salat Idul Fitri. Tanpa peringatan, sebuah pohon beringin berusia tua tumbang dan menimpa beberapa jamaah yang sedang beribadah. Akibat kejadian tersebut, dua orang meninggal dunia dan 17 lainnya mengalami luka-luka.

Para korban langsung dievakuasi ke dua rumah sakit terdekat, yaitu Rumah Sakit Harapan Sehat dan Rumah Sakit Prima Medika, guna mendapatkan perawatan medis.

Tanggapan Keluarga Korban dan Masyarakat

Keluarga korban berharap adanya kepedulian dari pemerintah daerah terhadap kondisi mereka pasca-kejadian ini. Hingga siang hari setelah kejadian, perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Pemalang belum mengunjungi rumah duka, meskipun pihak kepolisian sudah berada di lokasi sejak pagi.

Masyarakat setempat juga berharap adanya langkah konkret dari pihak berwenang untuk memberikan bantuan kepada para korban serta keluarga yang ditinggalkan.

Penyebab Pohon Tumbang dan Evaluasi Keamanan

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyampaikan bahwa insiden ini merupakan musibah yang tidak dapat diprediksi. Berdasarkan pemeriksaan awal, penyebab tumbangnya pohon beringin ini diduga karena faktor usia yang membuat struktur pohon menjadi rapuh.

Baca juga  Jalur Alternatif Ngawi-Bojonegoro: Antisipasi Macet dan Black Spot saat Mudik Lebaran

Masyarakat berharap pemerintah setempat dapat melakukan evaluasi terhadap kondisi pepohonan di area publik guna menghindari peristiwa serupa di masa depan.

Pemeliharaan serta pemangkasan pohon yang berusia tua menjadi langkah yang perlu dilakukan demi keamanan bersama.

Insiden pohon tumbang di Alun-Alun Pemalang saat salat Idul Fitri menjadi duka mendalam bagi masyarakat, terutama keluarga korban. Kejadian ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat akan pentingnya pemeliharaan pohon di ruang publik untuk menghindari risiko kecelakaan serupa.

Selain itu, perhatian terhadap korban dan keluarganya sangat diperlukan agar mereka mendapatkan bantuan serta dukungan yang layak.

Dengan evaluasi dan tindakan preventif yang lebih baik, diharapkan kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid