
Kabarjawa – Menjelang arus mudik Lebaran, jalur Ngawi-Bojonegoro menjadi salah satu rute alternatif favorit bagi pemudik yang menuju Cepu, Tuban, Lamongan, hingga Surabaya.
Namun, pemudik diimbau untuk tetap berhati-hati karena jalur ini memiliki beberapa titik rawan kemacetan dan kecelakaan yang perlu diwaspadai.
Titik Rawan Kemacetan
Salah satu titik rawan macet terletak di sekitar Masjid Religi di Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo. Kemacetan di lokasi ini bisa mencapai lebih dari 2 kilometer, terutama pada hari biasa karena tingginya jumlah pengunjung masjid. Selain itu, beberapa titik lain yang berpotensi menimbulkan kemacetan meliputi:
- Simpang Empat Padangan
- Simpang Lima Proliman Kapas
- Perempatan Balen
- Perlintasan rel kereta api di Baureno
Untuk mengurangi kemacetan, Satlantas dan Dinas Perhubungan Bojonegoro telah menyiapkan rekayasa lalu lintas melalui jalur alternatif yang melewati pertigaan Patung Samin hingga pertigaan Pluntu.
Titik Rawan Kecelakaan dan Longsor
Selain kemacetan, beberapa titik rawan kecelakaan (black spot) juga telah diidentifikasi. Salah satu lokasi yang perlu diwaspadai adalah Jalan Raya Sumberejo, Kecamatan Sumberejo.
Tak hanya itu, jalur rawan longsor pun ada di sepanjang Jalan Raya Bojonegoro-Nganjuk, tepatnya di kawasan Temayang-Gondang.
Upaya Pengamanan dan Fasilitas Pemudik
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik, Polres Bojonegoro bersama instansi terkait telah melakukan berbagai persiapan, seperti pemasangan tanda jalur alternatif, penanda titik rawan kecelakaan, serta lokasi rawan bencana.
Selain itu, posko pengamanan mudik Lebaran juga didirikan di beberapa titik strategis, seperti Kecamatan Baureno, Padangan, dan Kota Bojonegoro.
Polres Bojonegoro turut menggelar Operasi Ketupat Lebaran dengan melakukan patroli rutin dan pengecekan ruas jalan Bojonegoro-Babat serta memastikan kesiapsiagaan anggota di lapangan.
Jalur Ngawi-Bojonegoro menjadi pilihan strategis bagi pemudik yang ingin menghindari jalur utama, namun tetap diperlukan kewaspadaan ekstra karena adanya titik-titik rawan macet, kecelakaan, dan longsor.
Dengan adanya upaya rekayasa lalu lintas dan pengamanan dari pihak berwenang, diharapkan perjalanan mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi semua pengguna jalan.(Kabarjawa)