
Kabarjawa – Tragedi Maut kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Dusun Krajan Barat, Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Seorang pengendara sepeda motor tewas mengenaskan setelah tertabrak Kereta Api (KA) Dhoho jurusan Surabaya-Blitar pada Senin malam (3/3/2025).
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas ini menimpa seorang pengendara motor Honda BeAT dengan nomor polisi AG 4651 AAR. Korban diketahui berinisial MHH, warga Desa Bobang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban melintas dari arah timur ke barat hendak menyeberang rel tanpa palang pintu.
Pada saat yang bersamaan, KA Dhoho dengan nomor perjalanan 410 melaju dari arah utara ke selatan (Kediri-Blitar).
Diduga korban kurang waspada dan tidak memperhatikan keberadaan kereta api yang datang dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, motor korban tersambar dan terseret sejauh kurang lebih 200 meter.
Kondisi korban sangat mengenaskan. Warga sekitar yang mendengar suara benturan keras segera bergegas ke lokasi. Namun, mereka tidak menemukan korban di titik awal tabrakan.
Setelah dilakukan pencarian secara gotong royong, bagian tubuh korban ditemukan dalam keadaan terpisah, tersebar di beberapa titik sepanjang rel.
Proses Evakuasi dan Respons Warga
Setelah kejadian, KA Dhoho sempat berhenti dan masinis turun untuk mengecek keadaan. Karena sepeda motor korban tersangkut di bawah rangkaian kereta, masinis harus memundurkan kereta sedikit agar kendaraan bisa dipinggirkan.
Warga sekitar turut membantu dalam proses pencarian bagian tubuh korban. Mereka menemukan badan korban dalam posisi tengkurap, diikuti bagian tubuh lainnya yang tersebar di sepanjang jalur rel.
Sementara itu, sepeda motor korban mengalami kerusakan parah dan telah dievakuasi oleh pihak kepolisian.
Imbauan Keselamatan di Perlintasan Kereta Api
Perlintasan sebidang tanpa palang pintu memang menjadi titik rawan kecelakaan. Pihak berwenang mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api, terutama yang tidak memiliki palang pintu.
Selalu pastikan untuk menengok ke kanan dan kiri sebelum menyeberang guna menghindari insiden serupa.
Masyarakat diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya kehati-hatian dalam berkendara, khususnya saat melintasi rel kereta api.
Kecelakaan yang merenggut nyawa pengendara motor di perlintasan kereta api Dusun Krajan Barat, Kediri, menjadi tragedi yang mengundang keprihatinan.
Minimnya fasilitas keamanan di perlintasan sebidang tanpa palang pintu menambah risiko kecelakaan yang bisa terjadi kapan saja.
Dengan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.(Kabarjawa)