Kabarjawa – Musim hujan yang melanda berbagai wilayah Indonesia kembali memicu bencana alam, salah satunya di Kabupaten Jepara. Tragedi longsor di Pakis Aji menimpa tiga pendaki yang sedang berkemah di lereng Pegunungan Muria, tepatnya di Dukuh Njabung, Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji. Dua orang berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Kronologi Kejadian
Tiga pemuda asal Desa Suwawal, Kecamatan Pakis Aji, memutuskan untuk berkemah di kawasan Tanjung pada Selasa (28/1). Mereka berjalan kaki menuju lokasi perkemahan yang berada di kawasan pegunungan. Namun, pada Rabu dini hari (29/1) sekitar pukul 02.00 WIB, bencana longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang membuat kondisi tanah menjadi labil.
Dua pendaki selamat langsung bergegas mencari pertolongan dengan menuju kampung terdekat di Dukuh Njabung. Keduanya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat menggunakan tandu dan tali yang dikerek untuk menyeberangi sungai berarus deras.
Identitas Korban
Korban selamat adalah Muhammad Robin Syahroni (19) dan Ariel Sugi Prasetyo (18), keduanya warga Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji. Mereka mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSI Jepara serta RSUD RA Kartini Jepara untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, satu korban lainnya, Muhammad Nurul Adzim (18), masih belum ditemukan. Pencarian dihentikan sementara pada malam hari karena kondisi medan yang ekstrem dan cuaca yang tidak mendukung.
Proses Pencarian
Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, memastikan bahwa pencarian akan dilanjutkan pada Kamis pagi (30/1) dengan melibatkan tim penyelamat dari BPBD Jepara, relawan, dan warga setempat. Posko pencarian telah didirikan di kawasan Wisata Kali Bening Tanjung untuk mempermudah koordinasi.
Musibah longsor ini menjadi pengingat bagi para pecinta alam agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di daerah rawan bencana, terutama di musim penghujan.
Faktor cuaca dan kondisi tanah yang tidak stabil bisa berakibat fatal. Proses pencarian Muhammad Nurul Adzim masih terus berlanjut, dengan harapan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.(Kabarjawa)