
Kabarjawa -Tragedi di Sungai Progo, wilayah Tuk Songo, Kota Magelang, di mana seorang anak berusia 9 tahun berinisial RB diduga tenggelam.
Kejadian ini membuat tim gabungan dari Basarnas, BPBD Kota Magelang, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat sekitar turun tangan untuk melakukan pencarian yang masih berlanjut hingga hari ini.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini pertama kali diketahui setelah orang tua korban melaporkan kehilangan anak mereka pada Senin (3/3) pukul 20.00 WIB. RB, yang merupakan warga Karanggading, Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kota Magelang.
Terakhir terlihat berangkat bermain bersama tiga temannya menggunakan sepeda pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV, pada pukul 13.00 WIB, hanya tiga anak yang kembali ke rumah, sementara RB tidak ikut serta.
Ketiga teman korban tidak langsung melaporkan kejadian ini kepada orang tua mereka. Namun, setelah orang tua RB mencari informasi, salah satu anak akhirnya mengungkapkan bahwa RB diduga tenggelam di aliran Sungai Progo.
Upaya Pencarian Korban
Setelah menerima laporan, tim gabungan segera melakukan pencarian pada Senin malam sekitar pukul 20.30 WIB. Basarnas, BPBD, dan warga setempat bergabung dalam upaya pencarian yang berlangsung hingga pukul 23.30 WIB.
Namun, karena curah hujan tinggi di daerah Temanggung, pencarian harus dihentikan demi alasan keselamatan.
Pencarian kembali dilanjutkan pada Selasa (4/3) mulai pukul 07.00 WIB dengan strategi yang lebih terorganisir. Tim pencari dibagi menjadi tiga kelompok utama:
- Tim pertama melakukan penyelaman di titik awal tempat korban diduga tenggelam.
- Tim kedua melakukan penyisiran sungai dengan perahu hingga kawasan Babrik, Tempuran, Kabupaten Magelang.
- Tim ketiga menyisir jalur darat di sisi kanan dan kiri sungai untuk mencari kemungkinan tanda-tanda keberadaan korban.
Harapan Besar Dalam Pencarian
Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur, Basuki, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
Pada malam sebelumnya, tim sempat menarik diri karena faktor keamanan, tetapi hari ini mereka kembali berupaya keras untuk menemukan korban.
“Mudah-mudahan korban segera ditemukan,” ujar Basuki. Semua pihak berharap upaya pencarian ini membuahkan hasil agar keluarga korban mendapatkan kejelasan dan kepastian atas nasib anak mereka.
Tragedi tenggelamnya seorang bocah 9 tahun di Sungai Progo menjadi duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Hingga saat ini, tim gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian dengan metode yang lebih luas dan terencana.
Cuaca menjadi tantangan utama dalam misi ini, namun harapan untuk menemukan korban tetap tinggi. Semua pihak berharap agar pencarian segera membuahkan hasil dan korban dapat ditemukan sesegera mungkin.(Kabarjawa)