
Kabarjawa -Tragedi di Puncak Carstensz! Dunia pendakian Indonesia berduka atas kepergian dua pendaki senior, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono, yang meninggal dunia saat turun dari Puncak Carstensz, Papua.
Kejadian tragis ini mengguncang komunitas pendaki, mengingat keduanya merupakan sosok berpengalaman di dunia ekspedisi gunung.
Karangan bunga berisi ucapan duka cita pun membanjiri Rumah Duka Carolus, Jakarta Pusat, sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi mereka.
Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka
Rumah Duka Carolus di Jakarta Pusat dipenuhi oleh karangan bunga dari berbagai komunitas pendaki dan tim ekspedisi. Di antara ucapan duka, salah satu karangan bunga menuliskan pesan yang menyentuh, “Selamat jalan sahabat kami, Elsa Laksono, menuju puncak tertinggimu.”
Komunitas seperti Tim Cartenz Pyramid dan D-84 Malang turut mengirimkan penghormatan terakhir. Beberapa karangan bunga mencantumkan nama lengkap Elsa beserta gelar akademiknya, menunjukkan bahwa almarhumah adalah seorang dokter gigi.
Tragedi di Puncak Carstensz
Elsa dan Lilie bergabung dalam tim ekspedisi beranggotakan 10 orang yang berangkat dari Bandara Timika menuju Yellow Valley menggunakan helikopter pada 26 Februari 2025.
Mereka memulai pendakian dua hari kemudian, melewati jembatan Tyrollean untuk mencapai puncak Carstensz. Sayangnya, dalam perjalanan turun, beberapa pendaki mengalami hipotermia akibat cuaca ekstrem.
Seorang anggota tim, Nurhuda, lebih dahulu tiba di basecamp untuk meminta bantuan. Namun, kondisi di ketinggian membuat upaya penyelamatan menjadi sulit dan penuh tantangan.
Upaya Penyelamatan Tidak Berhasil
Menanggapi laporan kondisi darurat, pemandu pendakian Yustinus Sondegau segera membawa perlengkapan seperti sleeping bag, fly sheet, air panas, dan radio komunikasi.
Namun, ketika tim penyelamat tiba di lokasi, kondisi Elsa dan Lilie sudah sangat kritis. Pendaki lain, Octries, menginformasikan kepada rekan ekspedisi bahwa kedua pendaki tersebut telah meninggal dunia di Teras Dua.
Duka Mendalam bagi Komunitas Pendaki
Kepergian Elsa dan Lilie menjadi pukulan berat bagi dunia pendakian Indonesia. Kedua pendaki senior ini dikenal sebagai sosok yang berpengalaman, penuh semangat, dan sering berbagi ilmu kepada para pendaki muda.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya persiapan matang dan kewaspadaan dalam menghadapi kondisi ekstrem di ketinggian.
Tragedi ini memberikan pelajaran berharga bagi komunitas pendaki, terutama terkait keselamatan dan kesiapan menghadapi perubahan cuaca ekstrem.
Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono akan selalu dikenang sebagai pendaki tangguh yang menginspirasi banyak orang. Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan di setiap ekspedisi.(Kabarjawa)