
Kabarjawa – Dua rumah rusak parah! Bencana alam kembali melanda wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Gumelar menyebabkan talut sepanjang 20 meter roboh dan menimpa dua rumah warga.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, karena penghuni rumah telah lebih dahulu dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Namun, kerugian materi yang ditimbulkan mencapai ratusan juta rupiah.
Hujan Deras Sebabkan Talut Longsor
Intensitas hujan yang tinggi sejak pukul 14.00 WIB menjadi pemicu utama longsornya talut di Desa Cilangkap. Akibat curah hujan yang terus mengguyur hingga sore, tanah di sekitar lokasi kejadian menjadi labil. Pada pukul 16.30 WIB, talut dengan tinggi 5 meter akhirnya tidak mampu menahan beban dan longsor menimpa rumah di bawahnya.
Longsor ini terjadi di sekitar rumah milik Kustono (55), yang pondasinya mengalami pergeseran akibat tanah yang jenuh oleh air hujan.
Talut yang roboh langsung menimpa dua rumah warga lainnya, yakni milik Kasno (54) dan Suwigyo (70). Beruntung, sebelum kejadian, warga sekitar telah mendengar suara retakan dari pondasi yang mulai roboh dan segera melaporkan hal tersebut kepada ketua RT setempat.
Dampak Kerusakan Akibat Longsor
Bencana ini mengakibatkan kerusakan cukup parah pada tiga rumah warga. Namun, rumah milik Kasno mengalami dampak paling besar dengan kondisi bangunan permanennya yang berukuran 8,5 x 16 meter ambruk.
Sementara itu, rumah Suwigyo mengalami kerusakan di bagian dapur dengan ukuran 5 x 7 meter yang juga runtuh akibat tertimpa material longsor.
Total kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Saat ini, sebanyak enam orang penghuni rumah yang terdampak telah mengungsi ke rumah saudara mereka untuk menghindari kemungkinan longsor susulan.
Pemerintah setempat mengimbau agar warga tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor seperti lereng atau perbukitan.
Imbauan dan Tindakan Pencegahan
Menghadapi musim hujan dengan intensitas tinggi, warga Kecamatan Gumelar dan sekitarnya diminta untuk lebih berhati-hati dan segera melaporkan tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan yang mencurigakan kepada pihak berwenang.
Pemerintah juga berencana melakukan pemetaan ulang terhadap wilayah rawan longsor serta memberikan sosialisasi kepada warga mengenai tindakan mitigasi bencana.
Kejadian longsor di Kecamatan Gumelar menjadi peringatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan atau lereng gunung agar selalu waspada terhadap potensi bencana.
Dengan cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang tinggi, kesiapsiagaan menjadi faktor utama dalam mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan yang lebih luas.
Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, terutama di daerah rawan bencana.(Kabarjawa)