
Kulon Progo, KabarJawa.com – Momen Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo ke-75 tahun ini tidak hanya dirayakan melalui berbagai kegiatan seremonial.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga mengajak masyarakat ikut ambil bagian dalam perayaan melalui kreativitas visual.
Pemkab Kulon Progo membuka Lomba Desain Logo Hari Jadi ke-75 yang dapat diikuti masyarakat umum.
Kompetisi ini menjadi ruang bagi desainer, pelaku kreatif, maupun warga yang memiliki ide visual untuk ikut menentukan wajah peringatan hari jadi tahun ini.
Menariknya, peserta tidak perlu membayar biaya pendaftaran. Karya terbaik yang terpilih juga berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp5 juta.
Lomba Logo Hari Jadi Kulon Progo Dibuka untuk Publik
Kompetisi tersebut berlangsung mulai 26 Agustus hingga 8 September 2026. Artinya, peserta memiliki waktu sekitar dua pekan untuk menyiapkan konsep, membuat desain, sekaligus menyusun penjelasan mengenai filosofi logo.
Tema yang diangkat adalah: “Satu Jiwa, Satu Rasa, dari Kulon Progo untuk Indonesia.”
Tema tersebut menjadi pijakan utama peserta dalam mengembangkan konsep. Jadi, logo tidak cukup hanya menampilkan angka 75 dengan tampilan menarik.
Desain juga diharapkan mampu menyampaikan pesan tentang kebersamaan masyarakat Kulon Progo sekaligus keterkaitannya dengan Indonesia.
Hadiah Rp5 juta dan pendaftaran gratis
Bagi peserta yang tertarik mengikuti kompetisi ini, ada dua hal yang cukup menarik.
Pertama, tidak ada biaya pendaftaran. Kedua, tersedia hadiah Rp5.000.000 untuk karya yang terpilih.
Dengan ketentuan tersebut, lomba ini terbuka bagi masyarakat yang ingin menguji kemampuan desain sekaligus berkontribusi dalam perayaan ulang tahun ke-75 Kabupaten Kulon Progo.
Syarat dan Ketentuan Bagi Peserta
Angka 75 Wajib Menjadi Bagian Penting Logo
Salah satu ketentuan utama dalam kompetisi ini adalah penggunaan angka 75. Angka tersebut harus menjadi bagian dari identitas visual logo dan tidak sekadar ditempatkan sebagai tambahan.
Peserta dapat mengolah angka 7 dan 5 secara kreatif, misalnya dengan menggabungkannya bersama simbol daerah, bentuk geometris, ornamen tradisional, atau elemen lain yang memiliki hubungan dengan Kulon Progo.
Namun, kreativitas tetap perlu diimbangi dengan keterbacaan. Logo yang dibuat harus mudah dikenali dan mampu menunjukkan bahwa desain tersebut berkaitan dengan Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo ke-75.
Unsur Lokal Kulon Progo Bisa Menjadi Sumber Inspirasi
Panitia memberikan ruang cukup luas bagi peserta untuk menggali karakter daerah. Identitas Kulon Progo dapat diterjemahkan ke dalam bentuk visual melalui berbagai unsur.
Beberapa elemen yang dapat dieksplorasi antara lain:
- Kebudayaan dan kesenian tradisional Kulon Progo
- Perbukitan Menoreh
- Batik serta motif tradisional
- Keindahan alam dan lingkungan
- Sejarah perjalanan Kabupaten Kulon Progo
- Kearifan lokal
- Kehidupan masyarakat
- Simbol yang memiliki hubungan dengan identitas daerah
Peserta tidak harus memasukkan semua unsur tersebut sekaligus. Justru, pemilihan satu atau beberapa elemen yang kuat kemudian diolah menjadi konsep yang sederhana dapat menghasilkan identitas visual yang lebih mudah diingat.
Bukan Sekadar Bagus, Logo Harus Punya Makna
Dalam lomba ini, desain yang menarik secara visual saja belum cukup. Setiap karya wajib dilengkapi narasi atau filosofi desain.
Penjelasan tersebut perlu menguraikan makna dari berbagai komponen yang digunakan. Mulai dari angka, bentuk, simbol, warna, hingga tipografi harus memiliki alasan yang jelas.
Narasi juga perlu menunjukkan hubungan antara konsep yang dipilih dengan tema “Satu Jiwa, Satu Rasa, dari Kulon Progo untuk Indonesia.”
Dengan begitu, logo diharapkan tidak hanya menjadi gambar untuk keperluan perayaan, tetapi juga membawa cerita mengenai daerah dan masyarakatnya.
Desain Harus Fleksibel Digunakan di Berbagai Media
Ada beberapa karakter yang perlu diperhatikan ketika membuat logo. Karya diharapkan memiliki bentuk yang unik, kreatif, komunikatif, sederhana, mudah dikenali, serta mudah diterapkan pada berbagai media.
Pertimbangan ini penting karena sebuah logo peringatan hari jadi nantinya berpotensi digunakan dalam banyak kebutuhan.
Misalnya pada poster, media sosial, dokumen, publikasi kegiatan, merchandise, maupun berbagai materi komunikasi lainnya.
Karena itu, desain yang terlalu rumit atau memiliki terlalu banyak detail bisa menjadi kurang efektif ketika ukurannya diperkecil.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah kemampuan logo menghubungkan Kulon Progo dengan Indonesia.
Peserta dapat memulai konsep dari sesuatu yang sangat lokal, kemudian mengembangkannya menjadi simbol yang memiliki pesan lebih luas. Identitas budaya, alam, sejarah, maupun kehidupan masyarakat Kulon Progo dapat menjadi pintu masuk untuk menunjukkan semangat persatuan dan kontribusi daerah bagi bangsa.
Nilai seperti gotong royong, kebersamaan, persatuan, dan kebanggaan terhadap daerah juga diharapkan terasa dalam desain.
Cara Mendaftar Lomba Logo Hari Jadi ke-75 Kulon Progo
Peserta dapat melakukan pendaftaran sekaligus mengunggah karya melalui QR Code yang tercantum pada poster resmi lomba.
Selain itu, panitia menyediakan formulir daring untuk memudahkan proses pengiriman karya.
Formulir lomba dan upload karya: bit.ly/UploadLogo75KP
Sementara peserta yang ingin memahami seluruh persyaratan sebelum membuat desain dapat membaca petunjuk teknis yang telah disediakan panitia.
Petunjuk teknis lomba: bit.ly/JuknisLogo75KP
Peserta sebaiknya membaca juknis secara menyeluruh sebelum mengirim karya. Hal ini penting agar desain yang dibuat tidak hanya menarik, tetapi juga sesuai dengan persyaratan kompetisi.
Apabila masih ada pertanyaan terkait persyaratan atau mekanisme lomba, peserta dapat menghubungi panitia melalui kontak yang disediakan.
WhatsApp: +62 881 0247 07702
Narahubung: Admin Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Kulon Progo.***