
KABAR JAWA – Situasi antara Iran dan Israel makin panas. Malam Rabu, 18 Juni 2025, Iran untuk pertama kalinya meluncurkan rudal Sejjil ke arah Israel.
Rudal ini selama ini cuma jadi senjata simpanan dan baru sekarang benar-benar dipakai dalam pertempuran.
Di tengah kondisi yang makin tegang, Presiden Rusia Vladimir Putin ikut angkat suara. Dia disebut siap turun tangan buat meredam konflik yang bisa makin meluas.
Rudal Sejjil dipakai pertama kali oleh Iran
Rudal Sejjil ini bukan rudal biasa. Ini adalah rudal balistik jarak jauh, dan kekuatannya jauh lebih besar dari rudal-rudal yang biasa dipakai Iran.
Rudal ini udah disimpan bertahun-tahun oleh Iran. Tapi baru kali ini dipakai dalam perang betulan.
Serangan rudal itu dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Mereka bilang serangan ini bagian dari peringatan serius buat Israel.
Iran bahkan menyuruh warga di wilayah pendudukan supaya segera mengungsi karena wilayah itu bakal dihujani rudal.
Israel dalam siaga penuh
Setelah serangan itu, sistem pertahanan udara Israel langsung aktif. Kota-kota besar seperti Tel Aviv dan Haifa kembali dalam kondisi siaga.
Sirene terdengar di mana-mana. Warga diminta tinggal di tempat perlindungan bawah tanah.
Meskipun Israel berhasil mencegat sebagian rudal, tetap ada yang menembus dan menyebabkan kerusakan. Beberapa gedung rusak, dan sejumlah orang dilaporkan terluka.
Putin mulai bicara soal perdamaian
Di tengah situasi yang makin panas, Presiden Rusia Vladimir Putin muncul sebagai tokoh yang ingin meredam ketegangan. Kremlin bilang, Putin siap memediasi antara Iran dan Israel.
Rusia punya hubungan diplomatik dengan dua negara ini. Dan itu yang bikin Rusia merasa bisa ikut ambil peran sebagai penengah.
Putin juga sempat ngobrol dengan pemimpin Uni Emirat Arab (MBZ). Dalam pembicaraan itu, Putin bilang dia khawatir konflik ini bisa menyebar ke seluruh wilayah Timur Tengah.
Mereka berdua sepakat kalau perang ini harus segera dihentikan.
Lima tokoh dunia yang sedang jadi sorotan
Selain Putin, ada empat tokoh lain yang disebut berpengaruh besar dalam konflik ini. Mereka adalah Benjamin Netanyahu (PM Israel), Ayatollah Ali Khamenei (Pemimpin Tertinggi Iran), Donald Trump (Presiden AS), dan Xi Jinping (Presiden China). Semua mata dunia sekarang tertuju pada kelima pemimpin ini.
SBY, mantan Presiden Indonesia, bahkan bilang masa depan dunia sekarang bisa dipengaruhi oleh keputusan lima orang itu.
Peluncuran rudal Sejjil oleh Iran jadi titik baru dalam perang ini. Bukan cuma soal senjata yang lebih kuat, tapi juga soal sinyal bahwa Iran nggak main-main.
Sementara itu, upaya damai mulai muncul lewat langkah Rusia yang siap jadi penengah.
Dunia cuma bisa berharap, langkah ini bisa meredam amarah, sebelum semuanya makin hancur dan lepas kendali.***