
Kabarjawa – Menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 2025, Polda Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan, khususnya di jalur arteri Pejagan Brebes hingga Ajibarang Banyumas.
Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus kendaraan serta meminimalisasi potensi kemacetan yang kerap terjadi saat puncak mudik.
Strategi Rekayasa Lalu Lintas
Polda Jawa Tengah merencanakan penerapan beberapa skema rekayasa lalu lintas, seperti sistem satu arah (one way) dan contraflow. Kebijakan ini akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan peningkatan volume kendaraan.
Analisis mendalam berbasis traffic accounting, volume per kapasitas, dan tingkat kepadatan arus akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan rekayasa ini.
Dalam skema yang dirancang, rekayasa one way parsial secara lokal akan diberlakukan jika terjadi peningkatan signifikan di jalur Pejagan hingga Ajibarang.
Hal ini bertujuan untuk mengurai kepadatan kendaraan serta mempercepat arus lalu lintas menuju jalur selatan dan tengah.
Pendekatan Aglomerasi
Selain rekayasa lalu lintas, Polda Jawa Tengah juga mengadopsi strategi aglomerasi guna memastikan pengamanan arus mudik dan balik berjalan optimal.
Pendekatan ini melibatkan koordinasi antar-polres yang mencakup beberapa wilayah sekaligus, tidak terbatas hanya pada satu satuan kerja saja.
Strategi ini membagi Jawa Tengah ke dalam lima wilayah aglomerasi, mengingat provinsi ini memiliki lima jaringan jalan utama: jalur pantura, tol, selatan, tengah, dan selatan-selatan.
Dengan luas wilayah yang mencapai 29 persen dari total luas Pulau Jawa, penerapan metode ini diharapkan mampu meminimalisasi titik-titik rawan kemacetan.
Evaluasi Tahun Sebelumnya
Langkah rekayasa lalu lintas dan strategi aglomerasi ini merujuk pada evaluasi Operasi Ketupat Candi 2024. Salah satu perhatian utama adalah jalur Pejagan yang menjadi titik krusial bagi pemudik menuju wilayah selatan, tengah, dan Yogyakarta.
Data tahun lalu mencatat bahwa volume kendaraan yang melintasi Pejagan mencapai 4 persen dari total volume di Cikatama. Dari total kendaraan yang masuk Trans Jawa, sebanyak 66 persen berasal dari Cikampek, dengan 50 persen di antaranya menuju Kalikangkung dan 4 persen melintasi jalur Pejagan.
Selain itu, pembangunan Tol Solo-Yogyakarta turut menjadi bahan evaluasi. Polda Jawa Tengah akan menilai dampak infrastruktur baru ini terhadap kepadatan arus kendaraan di jalur arteri Pejagan.
Persiapan matang dari Polda Jawa Tengah dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2025 menunjukkan komitmen untuk menjaga kelancaran lalu lintas.
Melalui penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow, serta strategi aglomerasi lintas wilayah, diharapkan potensi kemacetan di jalur Pejagan Brebes hingga Ajibarang Banyumas dapat diminimalisasi.
Pemudik diimbau untuk mematuhi arahan petugas demi terciptanya perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar.(Kabarjawa)