
KabarJawa.com– Lonjakan arus balik Lebaran yang terus meningkat sejak pagi hari memaksa aparat kepolisian mengambil langkah cepat, tegas, dan strategis.
Operasional ruas tol fungsional Purwomartani–Prambanan resmi diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB dan akan berlaku hingga 29 Maret 2026.
Kebijakan ini akan mengurai kepadatan kendaraan yang semakin menumpuk, terutama di jalur arteri utama Jogja–Solo yang menjadi salah satu titik krusial pergerakan pemudik.
Perpanjangan Operasional Gerbang Tol Purwomartani
Kapolda DIY, Irjen Anggoro Sukartono, menegaskan bahwa pihaknya mulai memberlakukan kebijakan tersebut sejak hari ini.
Ia menyatakan bahwa petugas memperpanjang jam operasional guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang terus meningkat secara signifikan.
“Mulai hari ini kita tingkatkan, kita perpanjang penggunaannya mulai dari pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB,” ujar Anggoro saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (24/3/2026).
Keputusan ini tidak muncul tanpa alasan. Data sementara menunjukkan bahwa ribuan kendaraan telah memadati akses masuk dan keluar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sejak pagi.
Bahkan, hingga sore hari, jumlah kendaraan yang melintas terus mengalami peningkatan tajam, melampaui prediksi awal.
Anggoro mengungkapkan bahwa keberadaan Gerbang Tol Purwomartani menjadi salah satu faktor penting dalam mengurai kepadatan.
Gerbang tol ini berfungsi sebagai jalur distribusi kendaraan dari dalam kota menuju wilayah sekitar, sehingga mampu mengurangi beban lalu lintas di pusat kota.
“Ini sangat membantu, karena sampai hari ini tercatat sekitar 67.000 kendaraan sudah keluar melalui Purwomartani,” tegasnya.
Sementara itu, lonjakan arus balik yang terjadi hari ini diprediksi menjadi puncak pergerakan kendaraan. Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pemantauan intensif dan tidak sepenuhnya bergantung pada prediksi semata.
“Kalau melihat prediksi memang hari ini, tetapi kita tetap melihat situasi yang berkembang. Penghitungan masih berjalan,” jelasnya.
Di lapangan, kepadatan terlihat nyata, terutama di jalur arteri Jogja–Solo. Kendaraan terpantau bergerak lambat bahkan sempat mengalami antrean panjang di sejumlah titik.
Banyak pengendara memilih masuk melalui GT Purwomartani sebagai alternatif untuk mempercepat perjalanan, yang justru memicu kepadatan di akses masuk tol.
Langkah di Lapangan
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Yuswanto Ardi, menegaskan bahwa peningkatan volume kendaraan sudah terlihat sejak pagi dan terus melonjak hingga sore hari.
Ia menyebut jumlah kendaraan yang melintas bahkan berpotensi menembus lebih dari 1.500 unit dalam waktu singkat pada periode tertentu.
Hingga pukul 18.00 WIB, jumlah kendaraan yang masuk melalui GT Purwomartani telah mendekati angka 17.000 unit. Angka tersebut sesuai dengan prediksi awal.
Namun, realisasi di lapangan menunjukkan bahwa arus kendaraan tetap tinggi bahkan setelah waktu puncak diperkirakan terlewati.
Situasi ini mendorong kepolisian untuk terus melakukan rekayasa lalu lintas secara dinamis. Petugas di lapangan aktif mengatur arus kendaraan, mengurai antrean, serta mengarahkan pengendara ke jalur alternatif guna mencegah kemacetan yang lebih parah.
Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga memperkuat koordinasi dengan Jasamarga untuk melengkapi sarana dan prasarana di sekitar gerbang tol.
Penerangan jalan menjadi salah satu fokus utama guna mendukung operasional hingga malam hari sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Mulai hari ini kita bekerja sama dengan Jasamarga untuk melengkapi fasilitas, seperti lampu penerangan. Ini penting agar kita bisa mengantisipasi titik-titik yang selama ini menimbulkan kemacetan,” jelas Anggoro.
Dari pihak pengelola tol, Humas PT Jasamarga Jogja-Solo, Rachmat, menyampaikan bahwa perpanjangan operasional ini merupakan tindak lanjut arahan langsung dari Kapolri melalui koordinasi virtual dengan jajaran Polda DIY.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan utama untuk mengurai kepadatan di jalur arteri yang mengalami tekanan tinggi akibat arus balik.
“Informasi yang kami terima, ada arahan agar Purwomartani standby hingga pukul 22.00 WIB untuk membantu mengurai kepadatan di Jalan Solo–Jogja,” ungkapnya.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Rachmat juga mengakui bahwa volume kendaraan yang masuk melalui GT Purwomartani hari ini mengalami lonjakan. Kondisi ini menjadi indikator kuat bahwa arus balik memang sedang berada di fase puncaknya.
Meski ada perpanjangan operasional gerbang tol Purwomartani hingga 29 Maret, pihak terkait menegaskan bahwa kebijakan ini tetap bersifat situasional.
Evaluasi akan terus berjalan setiap hari berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan, terutama dengan mempertimbangkan aktivitas masyarakat yang mulai kembali bekerja.
Pihak kepolisian dan pengelola tol mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap berhati-hati selama melintas di jalur fungsional. Pengendara juga harus mematuhi batas kecepatan serta mengikuti arahan petugas guna menjaga keselamatan bersama.
Dengan perpanjangan jam operasional ini, pemerintah berharap arus kendaraan dapat terurai secara bertahap. Langkah ini sekaligus menjadi upaya konkret untuk memastikan perjalanan masyarakat selama arus balik berlangsung lebih lancar, aman, dan terkendali. (ef linangkung)