
Kabarjawa – Puluhan pemudik! Tradisi mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momen yang dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia. Beragam fasilitas disediakan pemerintah untuk mendukung kelancaran arus mudik, termasuk program mudik gratis.
Namun, realitas di lapangan tak selalu berjalan mulus. Di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, puluhan pemudik tujuan Pulau Raas harus merasakan kekecewaan lantaran tertahan tanpa kepastian meskipun sudah mengantongi tiket resmi.
Puluhan Pemudik Tertahan di Pelabuhan Jangkar
Pada Senin (24/3/2025), suasana di Pelabuhan Jangkar tampak penuh dengan wajah-wajah cemas para pemudik. Mereka seharusnya menyeberang menggunakan KM Munggiyango Hulalo menuju Pulau Raas.
Sayangnya, kapal yang ditunggu tak kunjung bisa mereka naiki. Tidak hanya penumpang, beberapa orang yang membawa sepeda motor pun mengalami nasib serupa.
Salah satu pemudik, Fathor (34), yang melakukan perjalanan dari Bali menuju Pulau Raas, mengaku sudah memesan tiket gratis secara online.
Namun, begitu tiba di pelabuhan, ia mendapati dirinya tidak bisa berangkat. Kejadian serupa juga dialami oleh banyak penumpang lain, yang terpaksa menunggu di pelabuhan tanpa kepastian.
Dugaan Adanya Praktik Jual Beli Tiket
Program mudik gratis ini sebenarnya merupakan inisiatif dari Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Pemkab Sumenep.
Program ini bertujuan memfasilitasi pemudik yang ingin menuju kawasan Madura kepulauan, termasuk Pulau Raas dan Sepudi.
Namun, di lapangan muncul dugaan adanya praktik jual beli tiket gratis yang merugikan para pemudik. Akibatnya, penumpang yang seharusnya berhak mendapatkan fasilitas ini justru tertinggal.
Situasi ini menambah beban para pemudik yang sudah menempuh perjalanan jauh demi bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Harapan Akan Solusi dan Transparansi
Meningkatnya jumlah orang yang tidak terangkut meskipun sudah memiliki tiket resmi menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat terhadap distribusi tiket mudik gratis.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera memberikan solusi konkret agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Peristiwa tertahannya para pemudik di Pelabuhan Jangkar menjadi tamparan keras bagi penyelenggara mudik gratis.
Program yang seharusnya memudahkan masyarakat malah menimbulkan masalah baru akibat dugaan praktik tidak bertanggung jawab. Semoga pihak berwenang segera turun tangan agar kepercayaan publik terhadap program ini dapat dipulihkan.(Kabarjawa)