
Kabarjawa – Puluhan kru ambulans dari berbagai komunitas di Klaten menunjukkan solidaritas mereka dengan mendatangi Kantor PMI Kabupaten Klaten pada Jumat pagi (14/3/2025).
Aksi ini merupakan bentuk dukungan moral terhadap relawan PMI yang sebelumnya mendapat perlakuan tidak menyenangkan bahkan diancam dibakar saat menjalankan tugas.
Aksi Solidaritas Kru Ambulans Klaten
Sekitar pukul 08.00 WIB, sekitar 40 kru ambulans dari berbagai wilayah mulai memadati area sekitar Kantor PMI Klaten. Mereka memarkir kendaraan di sekitar kantor dan berkumpul di depan markas serta sebagian lainnya berada di jalanan sekitar lokasi.
Ketua Forum Ambulans Muhammadiyah Jawa Tengah sekaligus Ketua Relawan Karangdowo (Rekad), M Husni Thamrin, menjelaskan bahwa aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap kejadian yang menimpa relawan PMI Kabupaten Klaten.
Ia menegaskan bahwa kru ambulans menghormati proses hukum yang berjalan dan mengharapkan adanya itikad baik dari para pelaku.
Husni menambahkan bahwa kejadian ini bukan kali pertama, dan diharapkan menjadi momentum agar kejadian serupa tidak terulang. Para kru juga berharap masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, meskipun proses hukum tetap berjalan.
Kronologi Kejadian Intimidasi
Peristiwa yang memicu aksi solidaritas ini terjadi ketika relawan PMI Klaten bertugas mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas di depan IGD sebuah rumah sakit di Klaten. Kejadian tersebut terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.
Dalam rekaman berdurasi sekitar 48 detik itu, terlihat empat laki-laki berkaos hitam dan bercelana pendek mendekati mobil ambulans PMI.
Ketika seorang petugas PMI keluar dari kendaraan, mereka langsung mendekat dengan ekspresi marah, mendorong-dorong petugas, serta melontarkan ancaman yang mengejutkan, termasuk ancaman pembakaran.
Ketua PMI Kabupaten Klaten, Purwanto Anggono Cipto, membenarkan kejadian tersebut. Beruntung, tidak ada anggota PMI yang mengalami luka fisik karena berhasil menghindar, meskipun beberapa sempat terdorong.
Dukungan dan Harapan Penyelesaian
Purwanto mengaku tidak mengetahui akan adanya kedatangan puluhan kru ambulans yang datang pagi itu. Namun, ia mengapresiasi solidaritas yang ditunjukkan oleh para kru sebagai dukungan moril bagi para relawan PMI Klaten.
Sementara itu, pihak yang diduga melakukan intimidasi dikabarkan akan mendatangi Kantor PMI Jawa Tengah untuk menyampaikan permintaan maaf.
Proses hukum diharapkan berjalan seiring dengan upaya penyelesaian secara kekeluargaan agar kejadian serupa tidak terulang.
Aksi solidaritas yang ditunjukkan oleh puluhan kru ambulans di Klaten menjadi bukti kuatnya rasa persaudaraan antarrelawan kemanusiaan.
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran penting agar tidak ada lagi intimidasi terhadap para petugas medis yang bertugas membantu masyarakat dalam situasi darurat.(Kabarjawa)