Profil Febrian Alaydrus, Terduga Pelaku Love Scamming Staf Presiden Prabowo

Bagikan :
Ilustrasi Profil Febrian Alaydrus, Terduga Pelaku Love Scamming Staf Presiden Prabowo/Unsplash

Kabar Jawa – KD, staf media pribadi Presiden Prabowo, menjadi korban love scamming hingga Rp48 juta oleh perempuan asal Banten bernama Marpuah yang menyamar sebagai pilot bernama Febrian Alaydrus.

Siapa Febrian Alaydrus Sebenarnya?

Kasus penipuan asmara atau love scamming kembali mencuat ke publik setelah seorang staf media pribadi Presiden Prabowo Subianto, Kani Dwi Haryani (KD), menjadi korbannya.

Ia terjebak dalam hubungan virtual dengan seorang pria yang mengaku bernama Febrian Alaydrus, sosok fiktif yang diklaim sebagai mantan pilot Garuda Indonesia dan calon penerbang Emirates.

Namun, penyelidikan kemudian mengungkap bahwa sosok Febrian tidak pernah ada. Nama tersebut hanyalah identitas palsu yang diciptakan oleh seorang perempuan bernama Marpuah, warga Lebak, Banten.

Awal Perkenalan Lewat Media Sosial

Perkenalan antara KD dan “Febrian” bermula dari siaran langsung TikTok milik KD. Akun bernama Febrian menyapanya di kolom komentar, disusul oleh akun lain milik Marpuah yang mengaku sebagai sepupu Febrian. KD mengaku tidak merasa curiga saat itu, terlebih karena interaksi dilakukan secara santai dan wajar.

Setelah itu, komunikasi berlanjut di Instagram. Bahkan, akun palsu tersebut sempat meninggalkan komentar menitipkan salam kepada Presiden Prabowo. Karena akun Febrian terlihat diikuti oleh sejumlah akun pilot dan pramugari, KD tidak menaruh kecurigaan apa pun.

Baca juga  Dishub Kota Batu Perpanjang Pendaftaran Program Mudik Gratis 2025, Simak Jadwal dan Syaratnya!

Hubungan Semakin Dekat, Uang Mulai Diminta

Pada Februari 2025, KD menghadiri pembukaan restoran milik “kakak” Febrian di Rangkasbitung, Banten. Namun, Febrian tidak hadir dengan alasan sedang terbang. KD justru bertemu dengan sosok yang mengaku sebagai sepupunya, yaitu Marpuah, yang sudah lebih dulu dikenal lewat TikTok.

Kemudian, pada 1 Maret 2025, “Febrian” mulai meminta bantuan dana sebesar Rp13 juta. Uang tersebut, menurut pengakuannya, akan digunakan untuk membantu Cipa alias Marpuah masuk kerja lewat jalur orang dalam.

KD, yang sudah merasa cukup dekat dan mengetahui lokasi rumah Marpuah, akhirnya mengirimkan dana ke rekening atas nama Indri Cintia. Saat sempat bertanya, KD diberi tahu bahwa nama itu adalah kerabat dari Febrian.

Permintaan uang tidak berhenti sampai di situ. Pada April 2025, “Febrian” kembali meminta dana senilai Rp35 juta, berdalih ingin membayar biaya pelatihan Emirates serta penalti pengunduran diri dari Garuda Indonesia.

KD kembali mentransfer uang ke rekening atas nama Muhammad Syifa Fasohah, yang disebut sebagai teman Febrian yang membantu proses administrasi.

Munculnya Kecurigaan

Seiring berjalannya waktu, KD mulai mencurigai sosok Febrian. Ia tidak pernah menampakkan wajah saat melakukan video call, dan selalu berdalih terlalu introvert untuk berbicara langsung. Bahkan ketika KD mencoba mencari tahu lebih jauh, ia menemukan bahwa foto-foto yang digunakan oleh akun Febrian ternyata berasal dari unggahan milik orang lain.

Baca juga  Rekomendasi Wisata Jogja Ramah Kursi Roda: Tempat Liburan Inklusif untuk Semua

Kecurigaan semakin menguat saat seorang netizen memperingatkannya bahwa ia sedang berinteraksi dengan penipu. Meski sempat mengonfrontasi pelaku, KD masih tetap memberi kesempatan dan berkomunikasi.

Namun setelah melakukan investigasi lebih dalam, termasuk mengecek alamat rumah yang disebutkan, KD akhirnya menyimpulkan bahwa dirinya telah menjadi korban love scamming.

Penggerebekan dan Laporan Polisi

Tidak tinggal diam, KD memutuskan mendatangi langsung rumah yang disebut sebagai kediaman Febrian di Lebak, Banten. Di lokasi tersebut, ia akhirnya menemukan bahwa orang di balik akun Febrian adalah Marpuah, perempuan yang dulu mengaku sebagai sepupunya.

Setelah mengumpulkan bukti-bukti kuat, KD melaporkan kasus ini ke Polda Banten pada 13 Juni 2025. Polisi kemudian menangkap Marpuah di rumahnya. Pengungkapan ini pun menjadi viral setelah KD membagikan pengalamannya melalui media sosial.

Jeratan Hukum untuk Pelaku

Marpuah kini dijerat dengan dua pasal hukum, yakni:

  • Pasal 35 jo Pasal 51 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), karena menggunakan akun palsu untuk menipu.
  • Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan.
Baca juga  Bangga! Ilmuwan Muda Asal Indonesia Temukan Senyawa Baru, Disebut Punya Efek Anti-Diabetes

Jika terbukti bersalah, Marpuah terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Fenomena Love Scamming di Indonesia

Kejahatan digital dengan modus penipuan asmara bukanlah hal baru. Kasus-kasus seperti ini marak terjadi, terutama di platform media sosial yang memungkinkan seseorang membuat identitas palsu dengan mudah.

Love scamming memanfaatkan emosi korban, membangun rasa percaya, dan akhirnya memanfaatkan kondisi tersebut untuk kepentingan finansial.

Korban love scamming tidak terbatas pada kalangan tertentu. Bahkan, seperti kasus KD, korban bisa saja berasal dari lingkungan profesional dan pemerintahan.

Oleh sebab itu, penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah percaya terhadap individu yang belum pernah ditemui secara langsung.

Kasus penipuan yang dialami oleh Kani Dwi Haryani menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kejahatan digital bisa menyerang siapa saja.

Keberanian KD dalam membongkar kedok pelaku patut diapresiasi, sekaligus menjadi contoh pentingnya tidak diam saat menjadi korban kejahatan.

Semoga dengan terungkapnya kasus ini, masyarakat menjadi lebih sadar akan bahaya love scamming dan lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya