Kabarjawa – Dalam upaya menjaga ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat, PT Pertamina Patra Niaga mengambil langkah strategis dengan menambah pasokan tabung gas LPG 3 kg atau yang dikenal sebagai gas melon. Tambahan ini diberikan khusus untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan distribusi tetap lancar.
Penambahan Stok LPG 3 Kg di Jateng dan DIY
PT Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan tambahan sebanyak 919.880 tabung LPG 3 kg ke wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Tambahan pasokan ini mulai disalurkan sejak 2 hingga 4 Februari 2025, dengan jumlah tersebut mencapai sekitar 60 persen dari penyaluran harian.
Langkah ini diambil untuk mengatasi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap LPG subsidi. Pertamina memastikan bahwa distribusi tambahan ini dilakukan melalui pangkalan resmi dan menyesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah.
Dengan adanya tambahan ini, stok LPG 3 kg di wilayah Jateng dan DIY dipastikan aman.
Dukungan Infrastruktur untuk Ketahanan Stok
Untuk menjamin ketersediaan LPG di wilayah tersebut, Pertamina didukung oleh empat terminal utama yang berperan dalam distribusi gas melon, yaitu:
- Terminal LPG Cilacap
- Terminal LPG Tanjung Mas Semarang
- Terminal LPG Semarang
- Terminal LPG Rembang
Keempat terminal ini memiliki total ketahanan stok mencapai 3.464 metrik ton, yang memastikan pasokan LPG tetap stabil dan tidak mengalami kelangkaan.
Harga LPG 3 Kg Sesuai Ketentuan Pemerintah
Selain menjamin stok yang mencukupi, Pertamina juga memastikan bahwa harga LPG 3 kg tetap sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 18.000 per tabung.
Pertamina juga mengimbau masyarakat yang tergolong mampu untuk menggunakan LPG nonsubsidi seperti Bright Gas, guna memastikan subsidi LPG 3 kg tetap tepat sasaran.
Dengan tambahan 919.880 tabung LPG 3 kg untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY, Pertamina memastikan pasokan gas melon tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan. Didukung oleh empat terminal LPG besar, ketahanan stok di wilayah ini terjaga dengan baik.
Selain itu, harga LPG subsidi juga tetap dikontrol agar sesuai dengan regulasi pemerintah.
Bagi masyarakat yang mampu, Pertamina mengajak untuk beralih ke LPG nonsubsidi demi mendukung kebijakan subsidi yang lebih tepat guna.(Kabarjawa)