
Kabarjawa – Minim sosialisasi, Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi menukar uang baru menjadi kegiatan yang dinanti-nanti masyarakat. Namun, di Kota Pasuruan, kegiatan penukaran uang baru yang digelar Kantor Perwakilan (KPWi) Bank Indonesia (BI) Malang justru sepi peminat.
Minimnya sosialisasi serta prosedur pendaftaran online yang dianggap rumit menjadi faktor utama yang membuat masyarakat kurang antusias.
Minimnya Informasi Bikin Warga Kecewa
Banyak warga Pasuruan yang tidak mengetahui adanya jadwal penukaran uang pecahan baru yang diadakan di Alun-Alun Kota Pasuruan pada Kamis (13/3/2025). Salah satunya adalah Sya’roni, warga Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Ia mengaku kecewa karena setelah menempuh perjalanan lebih dari 30 menit, ternyata penukaran tidak bisa dilakukan secara langsung. Warga diharuskan mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi pintar.bi.go.id.
Tak hanya Sya’roni, Siti Aminah, warga Bugul Kidul, Kota Pasuruan, juga merasakan hal yang sama. Menurutnya, prosedur online menjadi kendala tersendiri, terutama bagi warga yang kurang akrab dengan teknologi.
Ia berharap ke depannya ada cara yang lebih mudah agar semua kalangan bisa menukar uang tanpa perlu khawatir tentang pendaftaran online.
Warga yang Lebih Siap Memanfaatkan Teknologi
Berbeda dengan Sya’roni dan Siti Aminah, Enjang Nurohmah justru sudah terbiasa dengan sistem pendaftaran online. Setiap Ramadan, ia rutin mencari informasi penukaran uang baru dan mendaftar melalui aplikasi pintar.bi.go.id.
Tahun ini, ia berhasil menukarkan uang sebesar Rp 2,5 juta setelah mendaftar seminggu sebelumnya. Baginya, proses ini cukup mudah selama tahu langkah-langkahnya.
Harapan untuk Sosialisasi Lebih Baik
Minimnya sosialisasi menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan penukaran uang baru kali ini. Banyak warga berharap agar informasi mengenai jadwal dan prosedur penukaran disebarluaskan secara lebih masif, baik melalui media sosial, pengumuman di tempat umum, maupun melalui perangkat desa.
Pelaksanaan penukaran uang baru di Kota Pasuruan tahun ini masih menghadapi kendala terkait sosialisasi dan akses informasi.
Proses pendaftaran online menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian warga, khususnya yang kurang familiar dengan teknologi.
Ke depannya, diharapkan Bank Indonesia maupun pihak terkait dapat meningkatkan upaya penyebaran informasi agar tradisi penukaran uang baru bisa dinikmati oleh semua kalangan.(Kabarjawa)