Penerima Bantuan Pangan di DIY Naik Jadi 522.956, Beras 30 Kg Disalurkan Sekaligus

Bagikan :
Penyaluran bantuan pangan di Kota Yogyakarta. Jumlah penerima se-DIY untuk alokasi Juli-September 2026 naik jadi 522.956. (Dok Pemkot Yogyakarta)
Penyaluran bantuan pangan di Kota Yogyakarta. Jumlah penerima se-DIY untuk alokasi Juli-September 2026 naik jadi 522.956. (Dok Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta, KabarJawa.com – Jumlah penerima bantuan pangan (PBP) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk alokasi Juli-September 2026 meningkat menjadi 522.956 penerima. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan berupa 30 kilogram beras yang disalurkan sekaligus untuk kebutuhan tiga bulan.

Penyaluran bantuan pangan untuk wilayah DIY sendiri sudah mulai dilakukan pada Selasa (11/8/2026) melalui Perum Bulog Kanwil Yogyakarta bersama Pemerintah Kota Yogyakarta. Penyaluran dijadwalkan berlangsung secara bertahap hingga 30 September 2026.

Kenaikan jumlah penerima menjadi salah satu catatan dalam penyaluran bantuan pangan kali ini. Pada alokasi sebelumnya, jumlah penerima di DIY tercatat 491.756 PBP. Artinya, terdapat tambahan sekitar 31.200 penerima pada alokasi Juli-September 2026.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, mengatakan penetapan penerima bantuan pangan kali ini mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikeluarkan Kementerian Sosial.

Berdasarkan data tersebut, jumlah PBP di DIY mencapai 522.956 orang. Total beras yang disalurkan untuk seluruh penerima mencapai 15.688.680 kilogram atau sekitar 15.688 ton.

Baca juga  5 Rekomendasi Wisata Jogja Dekat Malioboro Jalan Kaki: Tak Perlu Naik Kendaraan, Serunya Maksimal

“Di satu sisi alhamdulillah ada kenaikan penerima bantuan pangan. Namun di sisi lain kita juga berharap jumlah masyarakat yang kurang mampu ini ke depan bisa terus menurun,” kata Dedi.

Kenaikan jumlah penerima menunjukkan semakin banyak keluarga yang masuk dalam cakupan program bantuan pangan pada periode tersebut. Namun, pemerintah berharap kondisi itu tidak menjadi keadaan permanen karena penurunan jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan juga menjadi indikator perbaikan kesejahteraan.

Bentuk bantuan pangan pada periode Juli-September 2026 berbeda dibandingkan penyaluran sebelumnya.

Pada alokasi Februari-Maret 2026, setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng MinyaKita untuk setiap alokasi. Sementara pada periode Juli-September, bantuan diberikan seluruhnya dalam bentuk beras.

Menurut Dedi, pola penyaluran tersebut diharapkan dapat membantu penerima mengurangi pengeluaran untuk membeli beras selama beberapa bulan.

“Dengan adanya bantuan 30 kilogram ini, penerima bantuan tidak perlu memikirkan dana untuk membeli beras sehingga bisa mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan keluarga lainnya,” ujarnya.

Pemerintah juga mengingatkan agar beras bantuan tidak diperjualbelikan. Pada kemasan bantuan telah dicantumkan keterangan bahwa beras tersebut tidak untuk diperjualbelikan.

Kota Yogyakarta Dapat Alokasi 822.780 Kg Beras

Untuk Kota Yogyakarta, jumlah penerima bantuan pangan mencapai 27.426 PBP. Dengan alokasi 30 kilogram untuk setiap penerima, total beras yang disalurkan mencapai 822.780 kilogram atau sekitar 822,78 ton.

Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui sejumlah titik yang telah ditentukan. Sebanyak 24 titik PBP diundang untuk menerima bantuan melalui Kantor Bulog Kanwil Yogyakarta, sementara penerima lainnya mendapatkan bantuan di lokasi penyaluran yang telah ditetapkan.

Baca juga  UTBK SNBT 2025 Segera Dimulai: Cek Jadwal, Aturan, dan Jumlah Soal Lengkap Tiap Sesi

Penyaluran perdana di Kantor Bulog Kanwil Yogyakarta diberikan kepada 149 penerima dari Kelurahan Kotabaru. Untuk kelompok penerima tersebut, total beras yang disalurkan mencapai 4.470 kilogram.

Sementara itu, wilayah Kemantren Gondokusuman memiliki 2.365 PBP. Jika dikalikan dengan alokasi 30 kilogram per penerima, total beras untuk wilayah tersebut mencapai 70.950 kilogram.

Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih, mengatakan penerima bantuan merupakan masyarakat yang masuk dalam kriteria desil 1 sampai dengan desil 4.

“Penerima bantuan pangan akan menerima sebanyak 30 kilogram bantuan dalam bentuk beras. Jumlah total penerima bantuan pangan di Kota Yogyakarta sebanyak 27.426 orang, dengan kriteria penerima manfaat dari desil 1 sampai dengan desil 4,” katanya.

Bulog Buka Layanan Pengaduan Jika Beras Tak Sesuai

Selain memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang tercatat sebagai penerima, pemerintah dan Bulog juga menekankan kualitas beras yang disalurkan.

Dedi meminta penerima melaporkan apabila beras yang diterima tidak sesuai kualitas. Bulog menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penukaran.

“Apabila ada penerima bantuan yang mendapatkan beras tidak sesuai kualitas, tolong informasikan kepada kami. Kami akan segera melakukan penukaran,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan tidak hanya tepat sasaran dan tepat jumlah, tetapi juga memenuhi standar kualitas pangan yang layak dikonsumsi.

Penyaluran bantuan pangan akan dilakukan hingga 30 September 2026. Pemerintah berharap seluruh penerima yang telah ditetapkan memperoleh haknya sesuai jadwal dan ketentuan.

Bantuan Pangan Diharapkan Jaga Daya Beli

Ashardini mengatakan bantuan beras tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai distribusi bahan pangan. Menurut dia, program tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan keluarga.

Baca juga  Sepekan Berlalu, BPBD Gunungkidul Masih Menunggu Alat Berat untuk Bersihkan Material Banjir Bandang dan Longsor di Tancep Ngawen

Bantuan 30 kilogram beras diharapkan dapat mengurangi sebagian pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga yang berada dalam kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.

“Melalui bantuan pangan ini, kita berharap beban pengeluaran keluarga dapat berkurang sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan pangan dapat terpenuhi. Pangan adalah kebutuhan yang paling mendasar,” kata Ashardini.

Dalam konteks rumah tangga, beras menjadi salah satu kebutuhan pokok yang harus tersedia secara rutin. Karena itu, bantuan yang diberikan sekaligus untuk tiga bulan dapat memberikan ruang bagi keluarga penerima untuk mengalokasikan sebagian pengeluarannya untuk kebutuhan lain.

Penyaluran Ditargetkan Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Yogyakarta meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan pangan memastikan distribusi berlangsung tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan dalam kondisi beras yang baik.

Pihak yang terlibat mencakup pemerintah daerah, Bulog, petugas lapangan, serta unsur pendukung lainnya. Mereka diminta memberikan pelayanan kepada penerima secara bertanggung jawab dan humanis.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Darmiyati Wulandari, mengaku terbantu dengan kembali menerima bantuan pangan dari pemerintah.

“Senang dan sangat membantu. Semoga bermanfaat bagi kita semua yang mendapatkan,” ujar Darmiyati.

Ia mengatakan sebelumnya pernah menerima bantuan serupa, tetapi sempat tidak lagi mendapatkannya. Pada periode kali ini, ia kembali masuk sebagai penerima bantuan.

Darmiyati berharap bantuan pangan pemerintah dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang memang membutuhkan.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya