
Kabarjawa – Kasus anak terlantar di Tanah Merah, Kenjeran, Surabaya, menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) bergerak cepat untuk memberikan perlindungan serta pendampingan kepada anak yang mengalami perlakuan tidak layak dari orang tuanya.
Langkah ini diambil guna memastikan kesejahteraan anak dan mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang.
Pemkot Surabaya Beri Pendampingan Psikologis
Menanggapi kasus ini, Kepala DP3APPKB Kota Surabaya, Ida Widayati, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendampingan psikologis kepada anak serta orang tua yang terlibat.
Selain itu, DP3APPKB juga telah berkoordinasi dengan pihak RT/RW setempat agar kondisi anak tetap dalam pengawasan yang baik.
Langkah ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada orang tua agar lebih memahami pentingnya pola asuh yang baik dan menghindari tindakan yang dapat membahayakan anak.
Faktor Ekonomi Menjadi Pemicu
Dari hasil penelusuran, kondisi ekonomi keluarga diketahui menjadi faktor utama dalam kasus ini. Pemkot Surabaya melalui DP3APPKB berupaya membantu keluarga korban agar dapat meningkatkan taraf hidupnya.
Salah satu langkah yang diambil adalah memberikan bantuan dalam bentuk peluang ekonomi agar orang tua dapat memperoleh penghasilan yang stabil. Dengan begitu, diharapkan keluarga ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan sehat bagi anak.
Ajakan untuk Peduli Lingkungan Sekitar
Dalam menghadapi kasus seperti ini, Ida Widayati juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Kesadaran dan kepedulian bersama sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kasus serupa.
Jika menemukan indikasi perlakuan yang tidak layak terhadap anak, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti.
Pemkot Surabaya melalui DP3APPKB telah bergerak cepat dalam menangani kasus anak terlantar di Kenjeran. Dengan memberikan pendampingan psikologis, edukasi kepada orang tua, serta bantuan ekonomi, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Peran serta masyarakat dalam melaporkan dan peduli terhadap kondisi anak-anak di sekitarnya juga sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.(Kabarjawa)