Pembangunan Masjid Sriwedari Jadi Tantangan Pemerintah Solo Selanjutnya, FX Rudy Soroti Masalah yang Belum Tuntas

Bagikan :

Kabarjawa – Pembangunan Masjid Sriwedari di Kota Solo telah menjadi topik perhatian dalam beberapa tahun terakhir, mengingat proyek ini mengalami berbagai kendala, termasuk sengketa lahan dan masalah pembiayaan. FX Hadi Rudyatmo, mantan Wali Kota Solo dan Ketua DPC PDIP Solo, menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo yang terpilih, salah satunya adalah kelanjutan pembangunan masjid yang sudah mangkrak cukup lama. Menurut FX Rudy, penyelesaian proyek ini adalah tugas penting yang harus diselesaikan oleh pemerintah berikutnya.

Pekerjaan Rumah Pemerintah Solo Selanjutnya

FX Rudy mengungkapkan bahwa meskipun ia berada di luar pemerintahan, partainya akan terus mengkritisi kebijakan yang diambil oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo yang baru jika dirasa tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.

Salah satu masalah besar yang harus segera diselesaikan adalah pembangunan Masjid Sriwedari yang telah menjadi janji sejak pemerintahan Jokowi sebagai Wali Kota Solo.

Masjid ini sempat mendapat dukungan besar dari masyarakat, namun terkendala dengan berbagai masalah, terutama terkait dengan sengketa lahan yang belum tuntas.

Baca juga  Akun IG Ridwan Kamil Dihack, Mendadak Posting "Selamat Bermimpi Buruk" Apa Motifnya?

Selain Masjid Sriwedari, FX Rudy juga menyoroti masalah lain seperti banjir yang terjadi di Simpang Joglo dan pembangunan GOR Indoor Manahan yang belum selesai. Semua masalah ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dihadapi oleh pemerintahan mendatang.

Sejarah Pembangunan Masjid Sriwedari

Proyek Masjid Sriwedari bermula dari permintaan Habib Novel Alaydrus kepada Jokowi, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Solo. Permintaan ini disetujui, namun karena kesulitan mencari lahan di Jalan Slamet Riyadi, akhirnya tanah di kawasan Sriwedari dipilih sebagai lokasi pembangunan.

Area ini, yang termasuk dalam kawasan cagar budaya, memang diperbolehkan untuk pembangunan yang bersifat seni, budaya, dan keagamaan, yang menjadikan pembangunan masjid di lokasi tersebut sah secara hukum.

Namun, meskipun tanah sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Solo, masalah terkait dengan sengketa lahan muncul pada tahun 2020, di mana pengadilan memutuskan untuk meminta pengosongan tanah tersebut.

Konflik ini menghambat kelanjutan pembangunan masjid yang sejatinya sudah mendapatkan dukungan finansial dari sumbangan masyarakat dengan estimasi anggaran mencapai Rp 180 miliar.

Baca juga  Perbedaan Aksara Jawa Solo dan Jogja: Membedah Detail Gaya Penulisan Keduanya

Tantangan yang Harus Dihadapi oleh Pemerintah Solo Selanjutnya

FX Rudy menekankan bahwa untuk kelanjutan pembangunan Masjid Sriwedari, Wali Kota Solo yang baru harus segera mengundang panitia yang terkait untuk mencari solusi atas masalah yang ada. Meski aset tanah sudah menjadi milik Pemkot, kelanjutan pembangunan masjid bergantung pada penyelesaian sengketa lahan dan koordinasi dengan pihak terkait.

Rudy juga menjelaskan bahwa tidak ada oposisi di pemerintahan mendatang, namun kritikan yang membangun akan terus diberikan. Ini bukan semata-mata karena perbedaan, tetapi demi kepentingan masyarakat Solo agar berbagai program yang ada dapat berjalan dengan baik.

Pembangunan Masjid Sriwedari menjadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi oleh pemerintahan baru Kota Solo.

Dengan adanya sengketa lahan dan berbagai masalah terkait pembiayaan, proyek ini memerlukan penyelesaian segera agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pemerintah mendatang diharapkan dapat bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk mengatasi hambatan yang ada dan mewujudkan janji pembangunan masjid tersebut sebagai salah satu warisan budaya dan agama yang penting di Kota Solo.(Kabarjawa)

Baca juga  Jumlah THR Anak Kecil & Keluarga di Jawa Tengah 2025: Semarang, Salatiga, Solo, Berapa Umumnya?

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya