
Kabarjawa – Lonjakan harga kebutuhan pokok kerap menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama di saat kondisi ekonomi yang tak menentu.
Untuk membantu meringankan beban warga, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang menggelar pasar sembako murah yang disambut antusias oleh ratusan warga.
Mayoritas pengunjung adalah ibu rumah tangga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Antusiasme Warga dan Harga Lebih Murah
Pasar sembako murah yang digelar DKPP Lumajang menawarkan berbagai bahan pokok dengan harga di bawah pasaran.
Contohnya, beras dijual seharga Rp 56.250 per 5 kilogram, lebih hemat dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp 62.000. Minyak goreng merek Minyakita ditawarkan dengan harga Rp 14.500 per liter, sementara di pasar harganya bisa mencapai Rp 17.500.
Tak hanya itu, harga cabai rawit merah juga jauh lebih terjangkau, yaitu Rp 70.000 per kilogram dibandingkan dengan harga di pasaran yang menyentuh Rp 90.000.
Telur ayam pun tak luput dari diskon, dijual Rp 25.000 per kilogram, lebih murah dari harga pasar sebesar Rp 27.000.
Manfaat Besar Bagi Masyarakat
Pasar sembako murah ini menjadi angin segar bagi warga Lumajang, khususnya di tengah kondisi harga pangan yang terus merangkak naik.
Warga merasa sangat terbantu karena bisa berbelanja dengan harga lebih hemat. Banyak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli stok kebutuhan rumah tangga seperti telur, minyak goreng, beras, gula, hingga bawang merah.
Langkah ini menjadi bukti nyata perhatian DKPP Lumajang dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan ekonomi sehari-hari.
Dengan harga yang lebih terjangkau, warga bisa mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain yang tak kalah penting.
Pasar sembako murah yang digelar DKPP Lumajang menjadi solusi efektif dalam menghadapi lonjakan harga bahan pokok.
Inisiatif ini tak hanya meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat. Semoga kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga di masa mendatang.(Kabarjawa)