
Kabarjawa – Memasuki bulan Ramadan 1446 Hijriah, pemerintah kembali salurkan beras SPHP dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui Perum Bulog. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kembali berjalan setelah sempat dihentikan hingga akhir Februari 2025.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan nasional tetap stabil serta harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Distribusi Beras SPHP di Banyuwangi
Kepala Cabang Bulog Banyuwangi, Dwina Puspitasari, menjelaskan bahwa pendistribusian beras SPHP dilakukan melalui mekanisme operasi pasar (OP).
Setiap konsumen dapat membeli dua kemasan beras ukuran 5 kilogram dengan harga Rp 11.000 per kilogram. Distribusi ini ditujukan kepada pengecer, masyarakat umum, dan pasar murah agar harga tetap terkendali serta menghindari panic buying.
Setiap pengecer mendapatkan jatah 2 ton beras per titik setiap minggu. Mekanisme distribusinya melalui komunikasi antara toko pengecer dan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi juga berperan dalam mengajukan permintaan operasi pasar kepada Bulog.
Operasi Pasar Murah di Banyuwangi
Untuk memperkuat ketahanan pangan, Bulog bersama Pemkab Banyuwangi menggelar operasi pasar murah di Kecamatan Wongsorejo dan Kalipuro hingga 29 Maret 2025.
Selain beras SPHP, pasar murah ini juga menyediakan berbagai komoditas pokok lainnya seperti minyak goreng, telur, dan gula.
Selain beras subsidi, Bulog juga menyediakan beras premium bagi masyarakat yang menginginkan kualitas lebih tinggi.
Saat ini, stok minyak premium di Banyuwangi mencapai 60.000 liter, sementara Minyakita masih dalam proses pengiriman.
Ketersediaan Beras Aman hingga Tahun Depan
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memastikan ketersediaan cadangan beras di Kabupaten Banyuwangi sangat mencukupi hingga awal tahun 2026. Gudang-gudang Bulog di wilayah tersebut telah terisi penuh sebagai hasil dari panen raya yang melimpah.
Meskipun Banyuwangi belum memasuki musim panen raya, suplai beras tetap terjaga dengan baik. Bupati Ipuk juga menegaskan bahwa jika hasil panen di daerah tersebut melebihi kebutuhan domestik, maka surplus beras dapat dijual ke daerah lain sesuai dengan kebijakan nasional.
Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis beras di Indonesia.
Pemerintah dan Bulog Banyuwangi terus berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan beras melalui program SPHP.
Dengan adanya operasi pasar murah dan distribusi yang terencana, kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi tanpa gejolak harga yang signifikan.
Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang mampu menjaga ketahanan pangan secara optimal berkat sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, dan masyarakat setempat.(Kabarjawa)