
Yogyakarta, KabarJawa.com – Kabar NDX AKA batal tampil di Pati pada 27 Agustus 2026 menjadi perhatian warganet dalam beberapa hari terakhir.
Grup hip hop dangdut asal Imogiri, Bantul, itu sebelumnya dijadwalkan mengisi acara musik gratis bertajuk Pati Full Vibes.
Rencana penampilan tersebut kemudian menimbulkan perbincangan karena waktunya bertepatan dengan agenda aksi masyarakat Pati di Jakarta.
Situasi itu membuat kemunculan acara musik gratis tersebut di media sosial langsung dikaitkan dengan rencana keberangkatan warga Pati untuk mengikuti demonstrasi.
Setelah ramai diperbincangkan, NDX AKA akhirnya mengumumkan pembatalan penampilan. Keputusan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi mereka, @ndxakatv.
Alasan utama NDX AKA membatalkan penampilan berkaitan dengan perkembangan situasi dan kondisi masyarakat menjelang acara.
Apa Itu Pati Full Vibes?
Pati Full Vibes merupakan acara musik gratis yang direncanakan berlangsung pada 27 Agustus 2026. NDX AKA menjadi nama yang paling banyak disorot karena dijadwalkan sebagai pengisi acara.
Dalam pengumuman pembatalan yang dibagikan NDX AKA, acara tersebut disebut digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 dan HUT ke-81 RI.
Poster pembatalan yang diunggah grup tersebut mencantumkan lokasi acara di halaman Stadion Joyo Kusumo.
Sebelumnya, informasi yang beredar di media sosial juga menyebut kawasan Alun-Alun Kembang Joyo sebagai lokasi acara.
Yang membuat Pati Full Vibes berbeda dari agenda NDX AKA biasanya adalah sifatnya yang mendadak muncul di tengah jadwal tur Agustus.
Informasi mengenai konser tersebut kemudian menyebar luas melalui media sosial dan menjadi bahan pembicaraan publik.
Mengapa Acara Ini Mendadak Viral?
Nama Pati Full Vibes mulai ramai bukan semata-mata karena NDX AKA. Ada konteks lain yang membuat publik memperhatikan acara tersebut.
Tanggal 27 Agustus 2026 bertepatan dengan rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI, Jakarta.
Massa aksi membawa sejumlah tuntutan, termasuk desakan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan serta tuntutan pemberian hukuman mati bagi koruptor.
Sejumlah warga Pati disebut telah mulai bergerak menuju Jakarta sebelum tanggal aksi. Di tengah situasi tersebut, munculnya konser gratis di Pati dengan penampilan NDX AKA memunculkan banyak pertanyaan dari masyarakat.
Di media sosial, sebagian warganet bahkan menduga acara itu dibuat untuk mengurangi minat masyarakat mengikuti aksi di Jakarta.
Ada pula yang mempertanyakan bagaimana konser dengan penampil sekelas NDX AKA dapat digelar secara gratis dan muncul secara tiba-tiba.
Namun, dugaan dan spekulasi yang berkembang di media sosial tersebut tidak otomatis membuktikan adanya hubungan antara penyelenggaraan konser dengan agenda demonstrasi.
NDX AKA Memilih Membatalkan Penampilan
Setelah situasi berkembang dan perbincangan semakin luas, NDX AKA mengambil keputusan untuk tidak tampil dalam Pati Full Vibes.
Pengumuman tersebut disampaikan secara resmi melalui akun Instagram @ndxakatv. Dalam pernyataannya, NDX AKA menyebut keputusan diambil setelah mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi masyarakat menjelang acara.
Grup tersebut memilih langkah kehati-hatian dengan mempertimbangkan beberapa hal, mulai dari keamanan, kenyamanan, kondusivitas hingga hubungan baik dengan berbagai pihak.
Keputusan itu juga ditegaskan bukan dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu.
NDX AKA secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada para NDXAKA Familia di Pati yang telah menantikan kesempatan untuk bernyanyi bersama.
Mereka juga mengucapkan terima kasih atas dukungan, pengertian, dan doa dari para penggemar. NDX AKA berharap pertemuan dengan penggemar Pati tetap dapat terwujud pada kesempatan lain.
Sikap tersebut kemudian mendapat respons positif dari sejumlah pengguna media sosial.
Warganet Beri Respons Positif
Sebelum pembatalan diumumkan, muncul berbagai komentar yang mempertanyakan keputusan NDX AKA untuk tampil di tengah situasi yang sedang berkembang di Pati.
Setelah pembatalan diumumkan, sebagian warganet justru memberikan apresiasi. Mereka menilai keputusan tersebut menunjukkan bahwa NDX AKA mempertimbangkan kondisi masyarakat sebelum menjalankan agenda pertunjukan.
Beberapa komentar di Instagram bahkan disampaikan menggunakan bahasa Jawa. Intinya, mereka mengapresiasi langkah NDX AKA dan meminta agar grup tersebut lebih selektif dalam mempertimbangkan tawaran pertunjukan ketika situasi di suatu daerah sedang sensitif.
Ada pula warganet yang secara terang-terangan menyebut pembatalan itu sebagai keputusan yang tepat.
“Respect mas~mas kuhhh, matursuwun sangat keputusan yg sangat tepat nggih,” tulis pengguna Instagram dengan nama akun @citra***.
“Sae bang, tulung mulai dipilah-pilah meneh yen arep nompo gawean bang, bener kahanan’e angel ning yen gur arep digaprakne karo balungan dewe po yo barokah? Maturnuwun,” tulis @risty***.
“NAH GITU DONG MASE ORANG PADA MAU BELA WONG PATI KOK SAMPEYAN MALAH MAU KONSER PIYE TO MAS ..MAS..,” tulis @linn***.
Respons tersebut menunjukkan bahwa persoalan Pati Full Vibes sudah berkembang dari sekadar agenda hiburan menjadi perbincangan yang berkaitan dengan situasi sosial dan politik yang sedang berlangsung.***