
KabarJawa.com – Lembaga pemeringkat perguruan tinggi internasional Times Higher Education (THE) kembali merilis hasil World University Rankings (WUR) 2026, yang menilai ribuan universitas dari seluruh dunia berdasarkan kualitas riset, pengajaran, hingga kontribusi terhadap industri.
Dari hasil pemeringkatan tersebut, sejumlah universitas di Pulau Jawa mendominasi posisi terbaik dari Indonesia, menegaskan bahwa pusat kekuatan pendidikan tinggi nasional masih banyak terkonsentrasi di wilayah ini.
UI Tetap Unggul, UNS Jadi Pendatang Kuat
Di antara seluruh universitas Indonesia yang masuk daftar, Universitas Indonesia (UI) menempati posisi tertinggi di peringkat 801–1000 dunia dengan skor 35,5–38,9. Pencapaian ini memperkuat reputasi UI sebagai universitas dengan daya saing global yang stabil, terutama di bidang riset dan internasionalisasi.
Posisi berikutnya diraih oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, yang naik ke peringkat 1001–1200 dunia dengan skor 32,1–35,4. UNS menjadi salah satu kampus yang pertumbuhannya paling konsisten dalam tiga tahun terakhir, terutama melalui publikasi riset bereputasi dan peningkatan jumlah mahasiswa internasional.
Selanjutnya, beberapa universitas ternama di Pulau Jawa juga tercatat berada dalam kelompok 1201–1500 dunia, yaitu:
- Institut Teknologi Bandung (ITB)
- Universitas Gadjah Mada (UGM)
- Universitas Airlangga (Unair)
- Universitas Padjadjaran (Unpad)
- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
- BINUS University
Masing-masing kampus memperoleh skor antara 27,3–32,0, menempatkan mereka sejajar dengan universitas global berorientasi riset menengah.
Di sisi lain, sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta lain di Pulau Jawa masih berada dalam kelompok peringkat 1501+ dunia, seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Telkom University, dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Metode Penilaian: 18 Indikator, 5 Pilar Utama
Times Higher Education menjelaskan bahwa peringkat WUR 2026 disusun melalui 18 indikator kinerja yang terbagi dalam lima pilar utama:
- Pengajaran (29,5%) – mencakup reputasi pengajaran, rasio staf dan mahasiswa, pendapatan institusi, dan jumlah lulusan doktor.
- Lingkungan penelitian (29%) – diukur berdasarkan reputasi, pendapatan, dan produktivitas riset.
- Kualitas penelitian (30%) – menilai dampak sitasi, keunggulan, dan pengaruh riset secara global.
- Perspektif internasional (7,5%) – meliputi proporsi mahasiswa dan tenaga pengajar asing serta kolaborasi riset antarnegara.
- Hubungan dengan industri (4%) – mengukur pendapatan dari kemitraan industri dan kontribusi terhadap inovasi, termasuk paten.
“Kami menggunakan indikator yang disesuaikan secara ketat untuk memberikan perbandingan yang paling komprehensif dan seimbang, yang dipercaya oleh mahasiswa, akademisi, pemimpin universitas, industri, dan pemerintah,” tulis Times Higher Education dalam keterangan resminya, Kamis (9/10/2025).
Dalam penyusunan data, THE menggandeng Elsevier sebagai penyedia data bibliometrik. Tahun ini, terdapat 174,9 juta kutipan untuk 18,7 juta artikel ilmiah, prosiding konferensi, dan bab buku dari periode 2020–2024 yang menjadi dasar penilaian.
Kampus Indonesia Mulai Dikenal Secara Global
Menurut laporan THE, kehadiran lebih dari 30 universitas Indonesia dalam daftar tahun ini menunjukkan tren positif. Jika sebelumnya hanya sekitar 15 kampus yang lolos seleksi, kini jumlahnya meningkat dua kali lipat.
Hal itu menandakan semakin banyak perguruan tinggi yang aktif berpartisipasi dalam publikasi internasional, memperluas kolaborasi riset lintas negara, serta meningkatkan akreditasi dan sertifikasi internasional.
Kampus-kampus di Pulau Jawa menjadi motor utama dalam perkembangan ini karena memiliki infrastruktur riset lebih kuat, tenaga akademik lebih banyak, dan akses lebih luas terhadap mitra industri serta lembaga donor global.
Selain itu, universitas berbasis teknologi seperti ITB, ITS, dan Telkom University mendapat pengakuan di bidang kolaborasi industri dan pengembangan inovasi, sementara UGM, UI, dan Unair unggul dalam produktivitas riset dan reputasi akademik.
Peta Nasional Perguruan Tinggi: Masih Didominasi Jawa
Meskipun tren peningkatan partisipasi perguruan tinggi nasional dalam pemeringkatan global menggembirakan, distribusi kualitas masih sangat terpusat di Pulau Jawa. Dari total 30 universitas Indonesia yang tercantum di THE WUR 2026, lebih dari dua pertiganya berlokasi di pulau ini.
Universitas di luar Jawa seperti Universitas Andalas (Sumatera Barat), Universitas Hasanuddin (Sulawesi Selatan), Universitas Syiah Kuala (Aceh), dan Universitas Sriwijaya (Sumatera Selatan) memang masuk dalam daftar, namun masih berada di kelompok peringkat 1501+ dunia.
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan infrastruktur, pendanaan riset, serta kapasitas kolaborasi internasional antara kampus di Jawa dan luar Jawa.
Dengan dominasi kampus di Pulau Jawa dalam daftar THE WUR 2026, fokus pembenahan pendidikan tinggi ke depan diharapkan tidak hanya soal prestasi akademik, tetapi juga pemerataan kesempatan riset di seluruh wilayah Indonesia.***