
KabarJawa.com – Baru-baru ini, nama Erick Thohir kembali menjadi sorotan publik setelah resmi dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Rabu 17 September 2025.
Sebelumnya, Erick menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebelum akhirnya digeser ke kursi Menpora menggantikan Dito Ariotedjo yang terkena perombakan kabinet pada 8 September 2025.
Dengan penunjukan ini, Erick Thohir akan mengemban amanah sebagai Menpora hingga tahun 2029. Namun di balik pelantikan tersebut, muncul pertanyaan besar yang ramai dibicarakan publik, yakni mengenai kedudukan Erick Thohir sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI.
Apakah Erick Thohir akan Melepaskan Jabatan di PSSI?
Setelah dilantik sebagai Menpora, banyak pihak bertanya-tanya apakah Erick Thohir akan tetap melanjutkan perannya sebagai Ketua Umum PSSI atau justru mundur.
Menanggapi hal ini, Erick menyatakan bahwa dirinya akan menunggu arahan resmi dari Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA.
Kabarnya, ia menegaskan bahwa segala keputusan mengenai posisinya di PSSI bakal tetap mengikuti regulasi yang berlaku di tingkat internasional.
Dengan demikian, hingga saat ini belum ada kepastian apakah Erick Thohir akan tetap memimpin PSSI atau menyerahkan jabatannya. Publik pun masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait keputusan tersebut.
Masa Jabatan Ketua Umum PSSI Menurut Aturan
Pertanyaan lain yang muncul adalah mengenai berapa lama sebenarnya masa jabatan seorang Ketua Umum PSSI.
Jika merujuk pada Statuta PSSI tahun 2019, tepatnya dalam Bab V Komite Eksekutif Pasal 38 ayat 3, disebutkan bahwa tidak ada seorang pun yang diperbolehkan menjabat sebagai Ketua Umum lebih dari tiga kali masa jabatan.
Aturan ini juga selaras dengan regulasi FIFA, yang mana menetapkan bahwa masa jabatan maksimal seorang ketua federasi sepak bola nasional hanya boleh dijabat hingga tiga periode.
Erick Ingin Ketum PSSI Berganti-ganti
Belakangan ini, sempat mencuat wacana yang berkaitan dengan perubahan durasi jabatan Ketua Umum PSSI.
Namun, Erick Thohir dengan tegas menyatakan bahwa dirinya akan tetap mengikuti regulasi resmi baik dari PSSI maupun FIFA.
Artinya, batas maksimal jabatan tetap tiga kali masa periode dengan masing-masing periode berdurasi empat tahun.
Apalagi, mantan orang nomor satu di BUMN itu juga sempat mengemukakan bahwa dirinya berkeinginan bahwa harus ada batasan dari jabatan sosok Ketua Umum. Ia juga membeberkaan bahwa organisasi yang baik itu ketua umumnya tidak seumur hidup.
Erick Thohir Terpilih untuk Periode 2023-2027
Sebagai catatan, Erick Thohir terpilih sebagai Ketua Umum PSSI untuk periode 2023 hingga 2027.
Dalam Kongres Luar Biasa PSSI yang berlangsung pada 16 Februari 2023 di Jakarta, Erick berhasil meraih 64 suara dari para pemilik suara atau voter.
Kala itu, ia berhasil unggul atas pesaing terkuatnya, La Nyalla Mattalitti, yang memperoleh 22 suara. Dengan kemenangan tersebut, Erick Thohir resmi menduduki kursi Ketua Umum PSSI.
Namun kini, setelah dipercaya menjadi Menpora hingga tahun 2029, peran yang ia emban menjadi bahan diskusi publik, terutama soal kesesuaiannya dengan aturan yang berlaku.
Tiga Kali
Jadi kesimpulannya, masa jabatan Ketua Umum PSSI pada dasarnya berlangsung selama empat tahun dan dapat diperpanjang hingga maksimal tiga periode.
Saat ini Erick Thohir sedang menjalani periode pertamanya yang akan berakhir pada 2027. Meski telah resmi menjadi Menpora, statusnya sebagai Ketua Umum PSSI masih menunggu kepastian lebih lanjut, bergantung pada regulasi FIFA dan PSSI sendiri.
Situasi ini tentu menarik untuk terus diikuti, karena akan menentukan arah kepemimpinan sepak bola Indonesia di masa mendatang sekaligus bagaimana Erick Thohir menjalankan tanggung jawab barunya sebagai Menpora.***