
KABARJAWA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menghadiri pembukaan Pekan Orientasi XII HIKMAHBUDHI di Youth Center Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (18/4).
Kehadirannya bersama jajaran Pejabat Utama Mabes Polri dan Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K. menambah semangat kegiatan yang bertema “Revitalisasi Gerakan HIKMAHBUDHI untuk Membangun Negeri.”
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Hadapi Perang Dagang
Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan global, terutama dampak perang dagang dan potensi krisis ekonomi.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, pemuda, dan masyarakat menjadi kunci menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global.
“Indonesia harus bersiap menghadapi tantangan global. Kita harus memperkuat sinergi antar sektor untuk menangani isu-isu strategis, termasuk perang dagang dan ancaman ekonomi,” ujar Kapolri.
Kapolri juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan bonus demografi dan kemajuan teknologi secara bijak. Ia mendorong kader HIKMAHBUDHI agar terus menjaga keberagaman dan berperan aktif dalam mencegah bahaya laten seperti judi online dan narkoba.
“Rekan-rekan HIKMAHBUDHI adalah pelaksana masa depan. Mari bersatu, rawat keberagaman, dan hadapi ancaman bersama dengan kesadaran kolektif,” tegasnya.
Apresiasi kepada Kapolri dan Seruan untuk Revitalisasi Gerakan
Sebagai bentuk apresiasi, HIKMAHBUDHI menganugerahkan HIKMAHBUDHI Awards kepada Jenderal Listyo Sigit sebagai Tokoh Teladan Pelindung dan Pengayom Masyarakat, atas dedikasinya menjaga keamanan dan keberagaman di Indonesia.
Ketua Umum PP HIKMAHBUDHI, Candra Aditiya Nugraha, menegaskan bahwa kader muda harus membumikan semangat kebangsaan melalui aksi nyata.
“Revitalisasi gerakan bukan sekadar memperbarui program, tetapi menyadarkan kader bahwa mereka adalah agen perubahan bagi bangsa,” ungkapnya.
Sebagai penanda resmi dimulainya kegiatan, Kapolri memukul gong sebanyak tiga kali. Prosesi ini menjadi simbol semangat baru bagi gerakan mahasiswa Buddhis Indonesia dalam memperkuat kontribusi mereka terhadap pembangunan nasional serta mempererat sinergi antara masyarakat dengan institusi kepolisian.***