Insiden Ajudan Kapolri dan Jurnalis di Stasiun Tawang: Polri Minta Maaf dan Janji Usut Tuntas

Bagikan :
Insiden Ajudan Kapolri dan Jurnalis di Stasiun Tawang Polri Minta Maaf dan Janji Usut Tuntas
Insiden Ajudan Kapolri dan Jurnalis di Stasiun Tawang Polri Minta Maaf dan Janji Usut Tuntas(Sumber Gambar : Ilustrasi: Pinterest/facund✪)

Kabarjawa – Sebuah peristiwa yang melibatkan ajudan Kapolri dengan sejumlah jurnalis terjadi di Stasiun Tawang, Semarang, pada Sabtu, 5 April 2025. Insiden ini menuai perhatian luas dari publik, terutama insan pers dan organisasi jurnalis.

Kejadian tersebut terjadi saat kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang saat itu tengah melakukan agenda pelayanan publik. Peristiwa ini disebut telah menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan media.

Kronologi Kejadian

Ketegangan bermula saat sejumlah jurnalis sedang melakukan peliputan kegiatan Kapolri yang tengah berinteraksi dengan seorang penumpang di kursi roda. Dalam momen tersebut, jurnalis dan tim humas berbagai lembaga berada di area peron dengan menjaga jarak yang sesuai.

Namun, suasana menjadi tidak kondusif ketika salah satu ajudan Kapolri tiba-tiba meminta para jurnalis untuk mundur.

Permintaan tersebut dilakukan secara tidak ramah dan disertai dengan tindakan mendorong. Salah satu jurnalis dari Kantor Berita Antara memutuskan untuk menjauh, tetapi justru mendapat tindakan agresif dari ajudan tersebut.

Beberapa jurnalis lain juga melaporkan mengalami tindakan tidak menyenangkan di lokasi, mulai dari dorongan hingga ancaman verbal.

Baca juga  KA Gunungjati Mulai Beroperasi 1 Februari 2025: Jadwal Perjalanan dan Harga Tiket

Perilaku tersebut dianggap melanggar ketentuan hukum yang berlaku, terutama yang berkaitan dengan perlindungan terhadap kerja jurnalistik.

Respons Kapolri dan Mabes Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf secara pribadi atas insiden tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui langsung kejadian yang terjadi saat kunjungannya.

Menurutnya, hubungan antara kepolisian dan media selama ini sudah terjalin dengan baik, dan peristiwa tersebut tidak seharusnya terjadi.

Kapolri juga menyatakan akan segera mengecek siapa ajudan yang dimaksud dan menelusuri fakta di lapangan. Ia menegaskan akan menindaklanjuti insiden tersebut sesuai prosedur internal yang berlaku.

Sementara itu, Divisi Humas Polri melalui Karopenmas Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko turut menyampaikan permintaan maaf.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam atas kejadian tersebut. Jika ditemukan pelanggaran, Polri akan menjatuhkan sanksi kepada pihak yang terbukti melanggar aturan.

Tanggapan Organisasi Jurnalis

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI) turut mengecam insiden tersebut. Mereka menuntut adanya permintaan maaf terbuka dari pihak pelaku serta meminta kepolisian untuk memberikan tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Baca juga  Cuaca Ekstrem Mengancam Yogyakarta: Dua Badai Siklon Muncul di Samudera Hindia

Organisasi jurnalis ini juga mendorong masyarakat sipil dan media untuk mengawal proses hukum dan etika dalam kasus tersebut demi menjaga kebebasan pers dan profesionalisme di lapangan.

Insiden di Stasiun Tawang antara ajudan Kapolri dan sejumlah jurnalis menyoroti pentingnya pemahaman terhadap tugas jurnalistik di lapangan.

Tindakan tidak pantas terhadap jurnalis dapat mengganggu proses penyampaian informasi yang jujur dan transparan kepada masyarakat.

Polri telah menyampaikan permintaan maaf dan berkomitmen untuk menyelidiki serta memberikan sanksi jika terbukti ada pelanggaran.

Ke depan, diharapkan semua pihak dapat meningkatkan kerja sama dan komunikasi demi menjaga situasi yang aman, adil, dan profesional dalam kegiatan peliputan publik.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya