Gaji Petugas Sensus Ekonomi 2026 Berapa? Telah Dibuka Rekrutmen Mitra BPS Jogja, Magelang, dan Sekitarnya

Bagikan :
Ilustrasi berapa gaji petugas sensus ekonomi 2026 (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com – Belakangan ini, informasi mengenai rekrutmen mitra Badan Pusat Statistik (BPS) tengah ramai menjadi sorotan dan perbincangan hangat di kalangan pencari kerja.

Berdasarkan pantauan KabarJawa.com dari berbagai platform media sosial resmi, sejumlah kantor BPS di tingkat kabupaten atau kota telah mulai membuka pendaftaran untuk rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026 pada bulan Mei ini.

Beberapa di antaranya yang sudah mengumumkan pembukaan rekrutmen ini adalah akun Instagram resmi @bpskabmagelang, @bps_solo, hingga @bpskabgunungkidul.

Tingginya antusiasme masyarakat untuk mendaftar sebagai mitra BPS tentu memunculkan satu pertanyaan utama yang paling banyak disorot soal berapa sebenarnya besaran gaji atau honor yang akan diterima oleh para Petugas Sensus Ekonomi 2026?

Berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah penjelasan dan estimasi pendapatannya.

Berapa Estimasi Gaji Petugas Sensus Ekonomi 2026?

Hingga berita ini diturunkan, memang belum ada pengumuman resmi dari BPS pusat mengenai rincian pasti besaran gaji atau honor untuk Petugas Sensus Ekonomi 2026.

Namun, berdasarkan kabar yang beredar dan merujuk pada standar honorarium kegiatan sensus skala besar sebelumnya, berikut adalah estimasi pendapatan yang mungkin diterima:

Baca juga  DIY Raih Peringkat Terbaik I Nasional dalam Pembinaan Kabupaten/Kota Sehat 2025: Komitmen Lingkungan Sehat Membuahkan Prestasi 

Petugas Lapangan (Pendata atau Pencacah)

Diestimasikan berkisar antara Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per bulan (atau per masa kontrak kerja aktif).

Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka)

Diestimasikan dapat mencapai angka Rp4.000.000 hingga Rp5.500.000 per bulan, mengingat tanggung jawab manajerial dan pengawasan yang lebih besar.

Akan tetapi, perlu diingat dan digarisbawahi bahwa angka di atas hanyalah estimasi awal. Besaran honor yang diterima oleh masing-masing petugas lapangan sangat mungkin berbeda-beda.

Mengapa Besaran Gaji Bisa Berbeda-beda?

Perbedaan besaran gaji petugas sensus di setiap wilayah bukanlah tanpa alasan. Ada beberapa faktor penentu yang membuat nominal honorarium ini disesuaikan oleh pihak penyelenggara, di antaranya:

Penyesuaian Standar Biaya Masukan Wilayah

Gaji petugas instansi pemerintah biasanya merujuk pada Standar Biaya Masukan (SBM) yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan.

SBM ini sangat bergantung pada Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) serta indeks biaya hidup di masing-masing daerah.

Sebagai contoh, petugas di kawasan perkotaan dengan biaya hidup tinggi, misalnya Kota Solo atau Kota Yogyakarta mungkin menerima besaran yang sedikit berbeda dibandingkan dengan wilayah kabupaten sekitarnya.

Baca juga  1 Januari 2026 Libur Nasional, Apakah Gaji Pensiun Tetap Cair?

Beban Kerja dan Target Responden

Sistem penggajian sensus juga sangat dipengaruhi oleh volume beban kerja. Petugas yang dialokasikan di wilayah padat penduduk atau kawasan pusat bisnis, yang memiliki banyak unit usaha atau responden untuk didata, tentu akan memiliki target pencacahan yang lebih tinggi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi total insentif yang dibawa pulang.

Tingkat Kesulitan Geografis (Topografi)

Faktor tantangan geografis juga menjadi pertimbangan penting. Petugas sensus yang harus menjangkau pelosok desa, area perbukitan, atau wilayah pesisir, misalnya di area tertentu di Gunungkidul, yang membutuhkan waktu dan biaya transportasi ekstra, umumnya akan mendapatkan penyesuaian biaya operasional khusus dibandingkan dengan petugas yang mendata di area perkotaan yang aksesnya mudah.

Nah, itulah tadi estimasi besaran gaji dan informasi rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026 di wilayah Jogja, Solo, Magelang, dan sekitarnya.

Dan bagi Anda yang tertarik, pastikan untuk terus memantau informasi resmi serta persyaratan lengkapnya melalui media sosial BPS di kabupaten atau kota domisili Anda.***

Baca juga  Kenapa Es Gabus Bisa Mirip Spons? Ini Kata BPOM

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya