
KabarJawa.com – Nama PT Toba Pulp Lestari (TPL) belakangan ini menarik perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Perusahaan yang bergerak di sektor industri bubur kertas (pulp) ini memang memiliki sejarah panjang. Untuk memahami lebih dalam, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah latar belakang, kontroversi, hingga komposisi kepemilikan sahamnya saat ini.
Mengenal Apa Itu PT Toba Pulp Lestari
PT Toba Pulp Lestari Tbk adalah salah satu perusahaan manufaktur global yang bergerak di bidang produksi bubur kertas. Perusahaan ini memiliki riwayat yang kompleks, dimulai sejak awal didirikan.
Sejarah Awal dan Perubahan Nama
TPL pertama kali didirikan pada tahun 1983 dengan nama PT Inti Indorayon Utama Tbk. Pada masa-masa awalnya, perusahaan ini beroperasi dengan memproduksi bubur kertas (pulp) serta serat rayon dengan bahan baku kayu eukaliptus.
Perusahaan ini menunjukkan eksistensi di pasar modal sejak dini. Melansir situs Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan dengan kode saham INRU ini melantai di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 16 Mei 1990. Kode INRU tersebut masih digunakan hingga kini di Bursa Efek Indonesia.
Pro Kontra dan Restrukturisasi
Perjalanan operasional TPL, yang saat itu masih bernama PT Inti Indorayon Utama, tak pernah lepas dari pro kontra, khususnya setelah berakhirnya era Orde Baru.
Pada tahun 1999, Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan operasional perusahaan dan memerintahkan dilakukannya audit lingkungan.
Kemudian pada tahun 2000 atau saat masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, perusahaan sempat diperintahkan untuk ditutup atau direlokasi.
Namun, adanya tekanan investasi membuat pemerintah memberikan izin operasi kembali pada tahun 2000, dengan catatan penting yaitu penghentian produksi rayon.
Setelah itu, perusahaan menghentikan seluruh operasionalnya pada tahun 2000 dan menjalani restrukturisasi besar-besaran.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 15 November 2000, nama perusahaan diubah secara resmi menjadi PT Toba Pulp Lestari Tbk.
Selanjutnya, pada tahun 2003, PT kembali beroperasi dengan klaim penerapan teknologi yang lebih ramah lingkungan pasca-restrukturisasi.
Dinamika Kepemilikan PT Toba Pulp Lestari
Sejak berdiri, kendali atas TPL telah berpindah tangan beberapa kali. Perusahaan ini awalnya didirikan oleh Sukanto Tanoto. Seiring waktu, komposisi kepemilikan saham TPL mengalami perubahan signifikan, terutama di abad ke-21. Berikut rinciannya.
- Pada tahun 2007: Mayoritas saham perusahaan diakuisisi oleh Pinnacle Company Pte. Ltd.
- Padatahun 2021: Pinnacle Company Pte. Ltd. masih memegang kendali mayoritas saham perusahaan.
Struktur Kepemilikan Terbaru (2025)
Berdasarkan data terbaru di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2025, komposisi kepemilikan saham TPL telah kembali berubah dan kini berada di bawah kendali pemegang saham baru yaitu Allied Hill Limited.
Allied Hill Limited mengakuisisi porsi saham terbesar, mencapai 92,54 persen dari total saham perusahaan. Adapun sisa saham sebesar 7,58% menjadi milik publik.
Allied Hill Limited adalah perusahaan holding investasi yang diketahui berlokasi di Hong Kong. Lebih jauh lagi, Allied Hill sendiri merupakan entitas yang berada dalam kendali dari Everpro Investments Limited.
Nah, itu tadi penjelasan mengenai apa itu PT Toba Pulp Lestari serta status kepemilikannya yang belakangan disorot publik.***