
KABAR JAWA – Tidak semua ancaman dalam organisasi datang dengan peringatan. Sering kali, justru hal-hal tersembunyi yang tampak sepele mampu mengguncang fondasi sebuah sistem dari dalam.
Inilah yang menjadi inti pesan dalam sebuah acara talkshow inspiratif yang digelar di Sleman City Hall, saat buku “The Silent Killer of Organizations” karya Dr. Wildan Sanjoyo resmi diperkenalkan ke publik.
Pada Senin malam, tanggal 26 Mei 2025, Malika Ballroom yang terletak di lantai R1 Sleman City Hall menjadi saksi dari peluncuran sebuah buku yang diyakini mampu mengubah cara pandang banyak orang terhadap manajemen risiko dalam dunia organisasi.
Buku tersebut berjudul “The Silent Killer of Organizations”, karya terbaru dari Dr. Wildan Sanjoyo, seorang ahli sekaligus praktisi berpengalaman dalam bidang manajemen risiko.
Peluncuran buku ini dikemas dalam sebuah talkshow inspiratif yang tidak hanya memperkenalkan isi buku, tetapi juga membangkitkan kesadaran kolektif akan pentingnya budaya risiko dalam organisasi.
Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, profesional, pimpinan organisasi, hingga masyarakat umum.
Dengan format diskusi terbuka dan sesi tanya jawab yang interaktif, para peserta tampak antusias menyimak dan menggali lebih dalam tentang bagaimana organisasi dapat mengidentifikasi dan mengatasi risiko-risiko tersembunyi yang kerap terabaikan namun berpotensi menghancurkan.
Dr. Wildan Sanjoyo, sebagai penulis, menyampaikan pesan penting dalam bukunya: bahwa ancaman terhadap organisasi sering kali tidak datang dari luar, tetapi justru muncul dari dalam — diam-diam, perlahan, dan tanpa disadari.
Risiko-risiko internal yang dianggap sepele atau tidak terlihat bisa berkembang menjadi ancaman besar jika tidak segera ditangani.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya risiko atau risk culture yang kuat dalam setiap lini organisasi.
Dalam paparannya, ia mengajak setiap individu di organisasi, tanpa terkecuali, untuk memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap risiko — sebuah konsep yang ia sebut dengan “Everyone is a Risk Manager”.
Salah satu momen yang juga sangat dinanti dalam acara ini adalah kehadiran Andrie Wongso, motivator ternama Indonesia.
Dengan gaya bicara yang penuh semangat, Andrie menyampaikan motivasi kepada para peserta mengenai pentingnya sikap tanggap terhadap perubahan dan tantangan yang datang dari dalam organisasi.
Ia menyampaikan bahwa keberhasilan jangka panjang organisasi tidak hanya ditentukan oleh strategi atau modal, melainkan juga oleh kemampuan setiap anggotanya dalam mengenali dan mengelola risiko secara aktif.
Dipandu oleh Raymond Chin sebagai moderator, talkshow berlangsung dinamis dan menggugah.
Raymond membawa suasana yang ringan namun tetap mendalam, membuat diskusi terasa hidup dan mudah dipahami oleh semua kalangan yang hadir.
Sebelum acara inti dimulai, peserta juga diberi kesempatan untuk menikmati makan malam bersama. Momen ini menjadi ajang bagi peserta untuk saling bertukar pandangan dan menjalin jejaring antarprofesi.
Kegiatan ini sepenuhnya gratis dan terbuka untuk umum, sebuah langkah strategis yang bertujuan agar pesan penting dalam buku “The Silent Killer of Organizations” dapat menjangkau masyarakat secara luas dan inklusif.
Peluncuran buku ini bukan sekadar seremonial. Lebih dari itu, acara ini menjadi titik awal gerakan baru dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya manajemen risiko dalam setiap aspek kehidupan organisasi.
Buku ini tidak hanya ditujukan untuk para eksekutif atau manajer, tetapi juga untuk siapa saja yang terlibat dalam sebuah sistem organisasi — dari staf operasional hingga pemimpin tertinggi.