Mengejutkan! Seorang Ibu di Madiun Raup Rp 6 Juta Sebulan dari Mengemis di Ponorogo

Bagikan :
Mengejutkan! Seorang Ibu di Madiun Raup Rp 6 Juta Sebulan dari Mengemis di Ponorogo
Mengejutkan! Seorang Ibu di Madiun Raup Rp 6 Juta Sebulan dari Mengemis di Ponorogo(Sumber gambar : ilustrasi: pinterest/🍄Chelsea the Toad Lover Channel🍄)

Kabarjawa – Raup Rp 6 juta sebulan! Menjelang bulan Ramadhan, jumlah pengemis di Kabupaten Ponorogo mengalami peningkatan yang signifikan. Fenomena ini menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Ponorogo.

Baru-baru ini, seorang wanita berinisial WN, warga Kabupaten Madiun, diamankan saat mengemis dengan membawa anaknya yang masih berusia 2,5 tahun.

Kejadian ini mencerminkan realitas sosial yang kompleks di mana mengemis justru menjadi sumber penghasilan yang menggiurkan bagi sebagian orang.

Penertiban Pengemis di Ponorogo

Dinsos P3A Kabupaten Ponorogo melakukan operasi penertiban terhadap gelandangan dan pengemis sebagai respons atas keluhan masyarakat.

Pada Sabtu (8/3/2025), WN diamankan di perempatan pabrik es Ponorogo saat sedang mengemis bersama anaknya. Menurut laporan, jumlah pengemis di kawasan tersebut meningkat drastis menjelang bulan suci Ramadhan.

Dalam operasi ini, petugas menemukan bahwa WN telah mengumpulkan Rp 160.000 hanya dalam waktu tiga jam, mulai dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.

WN mengakui bahwa ia sengaja membawa anaknya untuk menarik simpati dari pengguna jalan, strategi yang banyak digunakan oleh pengemis lainnya.

Baca juga  Ternyata Mudah! Cara Cek Desil Lewat Google: Solusi Paling Praktis Pantau Status Bansos 2026

Mengemis Sebagai Mata Pencaharian

Dari hasil interogasi, WN mengaku bahwa mengemis telah menjadi sumber pendapatan utama keluarganya. Bahkan, suaminya juga berprofesi sebagai pengemis dan beroperasi di lokasi berbeda.

Dalam sebulan, WN mampu meraup penghasilan hingga Rp 6 juta, jumlah yang jauh lebih tinggi dibandingkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Ponorogo 2025 yang sebesar Rp 2.402.959.

Tak hanya itu, WN dan keluarganya diketahui menerima berbagai bantuan sosial dari pemerintah, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anaknya.

Namun, meski telah beberapa kali mendapat pembinaan dari Dinsos P3A, WN tetap kembali mengemis. Ia dan keluarganya bahkan memiliki sepeda motor yang digunakan untuk berpindah tempat ketika ada operasi penertiban. Bahkan, anaknya yang lebih besar juga memiliki sepeda motor hasil dari pendapatan mengemis.

Tantangan Penanganan Pengemis

Fenomena ini menunjukkan bahwa mengemis tidak hanya dilakukan oleh individu yang benar-benar membutuhkan, tetapi juga oleh mereka yang menjadikannya sebagai mata pencaharian tetap.

Supriyadi, Kepala Dinsos P3A Ponorogo, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pembinaan dan penertiban. Namun, selama masyarakat masih memberikan uang kepada pengemis, praktik ini akan terus berlanjut.

Baca juga  BMKG Rilis Prediksi Cuaca Jatim 17-18 Januari: Waspada Hujan Angin Saat Libur Isra Miraj

Untuk itu, Supriyadi mengimbau warga agar lebih bijaksana dalam bersedekah. Ia menyarankan agar bantuan disalurkan melalui lembaga sosial yang memiliki legalitas resmi agar lebih tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Maraknya pengemis di Kabupaten Ponorogo, terutama menjelang Ramadhan, menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menertibkan dan mengatasi permasalahan sosial ini. Kasus WN adalah contoh nyata bagaimana mengemis bisa menjadi profesi yang menggiurkan.

Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak memberikan uang secara langsung kepada pengemis dan memilih menyalurkan bantuan melalui jalur resmi agar tepat sasaran dan lebih bermanfaat bagi yang benar-benar membutuhkan.(Kabarjawa)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid