
Kabarjawa – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, permintaan daging sapi di berbagai pasar tradisional di Surabaya mengalami lonjakan yang signifikan.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk persiapan hidangan Lebaran, para pedagang melaporkan adanya peningkatan transaksi yang cukup besar dibandingkan hari-hari biasa.
Di beberapa pasar utama seperti Pasar Pucang Anom, lonjakan permintaan ini membuat jumlah penjualan daging sapi meningkat hingga lebih dari dua kali lipat. Konsumen mulai membeli lebih awal untuk mengantisipasi kenaikan harga yang biasanya terjadi menjelang hari raya.
Penjualan Meningkat Hingga Dua Kali Lipat
Para pedagang daging sapi di pasar tradisional mengungkapkan bahwa volume penjualan mereka meningkat drastis.
Salah satu pedagang, Umi Solikah, mengatakan bahwa ia kini mampu menjual hingga 500 kilogram daging per hari, jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa yang hanya sekitar 250 kilogram.
Tren serupa juga dirasakan oleh pedagang lain di Pasar Pucang Anom. Masyarakat cenderung berbelanja lebih awal untuk menghindari lonjakan harga yang lebih tinggi. Dengan meningkatnya permintaan ini, pasar tradisional menjadi lebih ramai dengan aktivitas jual beli.
Harga Daging Sapi Mengalami Kenaikan
Peningkatan permintaan daging sapi turut memengaruhi harga jualnya di pasar. Saat ini, harga daging sapi di beberapa pasar tradisional Surabaya berkisar antara Rp 120 ribu hingga Rp 125 ribu per kilogram, tergantung pada jenis dan kualitas daging. Di beberapa lokasi, harga bahkan bisa mencapai Rp 122 ribu per kilogram.
Meskipun mengalami kenaikan, masyarakat tetap memburu daging sapi sebagai bahan utama dalam menu Lebaran. Kenaikan harga ini sudah menjadi tren tahunan yang selalu terjadi setiap menjelang Idul Fitri.
Pasokan Daging Tetap Diharapkan Stabil
Para pedagang berharap agar pasokan daging dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) tetap stabil guna menghindari lonjakan harga yang lebih drastis. Ketersediaan daging dalam jumlah cukup akan membantu menjaga keseimbangan harga di pasar dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Menurut pedagang, selama stok daging tetap aman dan kualitasnya terjaga, konsumen tetap akan melakukan pembelian dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan hari raya.
Lonjakan permintaan daging sapi menjelang Lebaran merupakan fenomena tahunan yang selalu terjadi di pasar tradisional. Meskipun harga mengalami kenaikan, minat masyarakat tetap tinggi dalam membeli daging sapi untuk kebutuhan Lebaran.
Dengan perencanaan belanja yang tepat, konsumen dapat memperoleh daging dengan harga yang lebih stabil sebelum lonjakan harga mencapai puncaknya. Di sisi lain, para pedagang berharap pasokan tetap lancar agar mereka dapat terus menjalankan usahanya tanpa kendala akibat keterbatasan stok.
Tetap bijak dalam berbelanja dan pantau pergerakan harga di pasar agar kebutuhan Hari Raya Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik tanpa harus mengalami lonjakan harga yang signifikan.(Kabarjawa)